Kampus Mengabdi UIN Malang Hadirkan Solusi Digital bagi Pesantren Nurul Qodim

Kampus Mengabdi UIN Malang Hadirkan Solusi Digital bagi Pesantren Nurul Qodim

Indonesiandaily.com – Pendataan fasilitas yang rapi membantu pesantren mengetahui kondisi inventaris dan menentukan kebutuhan perbaikan. Untuk mendukung hal tersebut, tim Kampus Mengabdi Bergerak Berdampak 2026 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan aplikasi E-Sarpras di Ma’had Aly Nurul Qodim.

Aplikasi E-Sarpras membantu pengelola mendata inventaris, memantau ketersediaan fasilitas, dan mencatat kebutuhan perbaikan. Data tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan prioritas pemeliharaan dan peremajaan sarana pendidikan.

Melalui sistem digital ini, pengelolaan fasilitas pesantren diharapkan menjadi lebih teratur dan terencana. Pengelola juga dapat lebih mudah mengenali kekurangan sarana yang perlu segera ditangani.

E-Sarpras Permudah Pendataan Fasilitas Pesantren

Tim pengabdian UIN Malang menyerahkan aplikasi sekaligus memberikan pendampingan penggunaannya. Angga Dwi Mulyanto, M.Si., menjelaskan fungsi dan tata cara penggunaan aplikasi kepada pihak lembaga.

E-Sarpras dikembangkan dari kebutuhan pendataan sarana dan prasarana di lembaga pendidikan. Aplikasi ini diharapkan membantu pengelola beralih ke pencatatan inventaris yang lebih sistematis.

Program tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Malang. Kegiatannya telah berlangsung sejak Juli 2026 melalui pendampingan dan pelatihan.

Pendampingan menjadi bagian penting agar aplikasi tidak hanya diserahkan, tetapi juga dapat digunakan secara berkelanjutan untuk mendukung administrasi pesantren.

UIN Malang Perkuat Tata Kelola Pendidikan Diniyah

Selain digitalisasi sarana pendidikan, tim pengabdian memberikan materi tentang penguatan tata kelola Pendidikan Diniyah Formal (PDF).

Ketua Senat UIN Malang, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd., membahas regulasi pesantren berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Materi tersebut mencakup pengelolaan pendidikan, kurikulum, dan sistem penilaian santri.

Ia menjelaskan bahwa Pendidikan Diniyah Formal memadukan pembelajaran berbasis Kitab Kuning dengan pendidikan umum sesuai ketentuan yang berlaku.

Kurikulum pada jenjang PDF Ula, Wustha, dan Ulya dirancang untuk memperkuat penguasaan ilmu agama sekaligus mendukung pengembangan kompetensi santri. Pengelolaannya perlu tetap menjaga tradisi dan kekhasan pesantren.

Pengabdian Menjawab Kebutuhan Akademik

Program Kampus Mengabdi Bergerak Berdampak 2026 juga mencakup pelatihan penulisan karya ilmiah dan publikasi jurnal untuk mendukung kebutuhan akademik dosen.

Rangkaian kegiatan ini menggabungkan pemanfaatan teknologi, penguatan tata kelola, dan peningkatan kemampuan akademik. Ketiganya menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan lembaga pendidikan yang lebih baik.

Melalui aplikasi E-Sarpras dan pendampingan tersebut, UIN Malang mendorong pesantren Nurul Qodim mengelola fasilitas pendidikan secara lebih terencana. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan administrasi tanpa menghilangkan identitas dan tradisi keilmuan pesantren.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *