UB STARS Dorong Budaya Riset Internasional, Mahasiswa UB Kolaborasi dengan 165 Dosen Asing

UB STARS Dorong Budaya Riset Internasional, Mahasiswa UB Kolaborasi dengan 165 Dosen Asing

Indonesiandaily.com – Iklim akademik di Universitas Brawijaya (UB) terus bergerak ke arah yang lebih terbuka terhadap kolaborasi internasional. Salah satu penggeraknya datang dari Universitas Brawijaya Student Academic Research Scheme (UB STARS), yang mempertemukan mahasiswa dengan dosen dan peneliti dari berbagai negara dalam proses penyelesaian tugas akhir.

Sepanjang pelaksanaan UB STARS 2026, sebanyak 296 mahasiswa terlibat dalam program tersebut. Mereka tidak hanya menjalani proses akademik di dalam kampus, tetapi juga berkesempatan mendapatkan pengalaman riset melalui kolaborasi dengan akademisi internasional.

Kolaborasi itu turut melibatkan 165 dosen asing yang berperan sebagai pembimbing tugas akhir maupun co-author. Interaksi tersebut menghasilkan luaran berupa draft artikel ilmiah yang menjadi bagian dari proses pembentukan budaya riset di kalangan mahasiswa.

Interaksi internasional semakin kuat

Peningkatan keterlibatan mahasiswa terlihat dari setiap gelombang UB STARS 2026. Gelombang pertama diikuti 65 mahasiswa, kemudian meningkat menjadi 75 mahasiswa pada gelombang kedua dan melonjak menjadi 156 mahasiswa pada gelombang ketiga.

Kenaikan tersebut berjalan beriringan dengan meningkatnya keterlibatan dosen asing. Pada gelombang pertama terdapat 45 dosen asing, disusul 38 orang pada gelombang kedua, dan meningkat menjadi 82 orang pada gelombang ketiga.

Koordinator UB STARS, Fitri H. Oktaviani, PhD., mengatakan mobilitas internasional mahasiswa juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun 2026, mahasiswa yang melakukan mobilitas ke luar negeri meningkat menjadi 66,6 persen dari 55 persen pada tahun lalu,” ujar Fitri.

Menurutnya, peningkatan paling terlihat pada mobilitas menuju kawasan Asia Tenggara. Proporsinya meningkat 10,6 persen, salah satunya didorong oleh meningkatnya dukungan pendanaan untuk kawasan tersebut.

Kampus menjadi ruang pertukaran gagasan 

Sebaran mobilitas UB STARS menunjukkan bahwa pengalaman akademik mahasiswa tidak lagi hanya berlangsung di ruang kuliah. Sebanyak 50,6 persen mobilitas berlangsung di kawasan Asia Tenggara, 33,4 persen di Indonesia, dan 13,1 persen di negara-negara Asia di luar Asia Tenggara.

Kondisi tersebut membuat mahasiswa memiliki ruang lebih luas untuk mengenal pendekatan penelitian, budaya akademik, sekaligus jejaring ilmiah dari lingkungan yang berbeda.

Bagi UB, mobilitas bukan sekadar perpindahan mahasiswa dari satu tempat ke tempat lain. Program tersebut diarahkan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan peneliti dan akademisi dalam ekosistem riset yang lebih luas.

Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP., mengatakan program tersebut memang dirancang untuk menciptakan dampak yang lebih luas terhadap kehidupan akademik kampus.

“Program ini kami rancang untuk mendapatkan multiplier effect,” kata Imam.

Menurutnya, peningkatan mobilitas mahasiswa dan kehadiran dosen asing maupun dosen praktisi di UB diharapkan ikut mendorong lahirnya lebih banyak kolaborasi penelitian.

Dampaknya mulai terlihat dari peningkatan publikasi ilmiah kolaboratif yang dihasilkan melalui program tersebut, termasuk publikasi pada jurnal yang terindeks Scopus dan Web of Science.

Dari tugas akhir menuju budaya publikasi 

Hingga 30 September 2026, UB STARS mencatat 49 publikasi terindeks Scopus. Publikasi tersebut terdiri atas sembilan artikel pada jurnal Q1, 19 artikel Q2, 14 artikel Q3, dan tujuh artikel Q4.

Kontribusi publikasi terbesar berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Lantas ada Fakultas Teknik dan Arsitektur Bangunan (FTAB), serta Fakultas Bisnis, Ilmu Pendidikan dan Kesehatan (FBIPK).

Jika dilihat berdasarkan jenjang pendidikan, publikasi tersebut mencakup 15 publikasi mahasiswa S1. Kemudian terdapat 20 publikasi mahasiswa S2, dan 12 publikasi mahasiswa S3.

Angka tersebut menunjukkan bagaimana tugas akhir mulai ditempatkan bukan hanya sebagai kewajiban akademik untuk memperoleh gelar. Namun juga sebagai bagian dari proses menghasilkan pengetahuan yang dapat dibawa ke forum ilmiah.

Membentuk pengalaman riset sejak mahasiswa

UB STARS merupakan salah satu program prioritas rektor di bidang akademik. Skema outbound ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa UB menyelesaikan tugas akhir melalui kolaborasi. Yakni dengan peneliti lembaga riset nasional maupun akademisi universitas internasional.

Prosesnya mencakup pembimbingan, pengambilan dan pengolahan data. Serta penyusunan laporan hingga penulisan artikel ilmiah.

Dengan pola tersebut, mahasiswa mendapatkan pengalaman menjalani riset secara lebih utuh. Sekaligus membangun jejaring akademik lintas negara.

Program UB STARS 2026 telah menutup rangkaian pendaftarannya. Program ini akan kembali dibuka untuk periode 2027 melalui sistem SIAM UB.

Informasi mengenai program dapat diakses melalui laman resmi UB STARS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *