Indonesiandaily.com – Majalah dinding (Mading) sekolah tidak lagi sekadar menjadi pelengkap semata. Di SMA Islam Nusantara Malang, Mading berubah menjadi ruang ekspresi karya siswa. Ini merupakan hasil program Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM)-Praktik Belajar Lapangan Inovatif (PBLI) Universitas Islam Malang (UNISMA).
Melalui program Mading Kreativitas Siswa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia KSM-PBLI mengajak siswa menuangkan gagasan melalui tulisan dan karya seni.
Puisi, cerpen, pantun hingga kata-kata motivasi menjadi bagian dari karya yang dikumpulkan siswa. Karya-karya tersebut kemudian ditata bersama hingga menjadi mading yang tidak hanya enak dilihat, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Bagi siswa, kesempatan memajang karya memberikan pengalaman berbeda. Mereka tidak hanya menulis untuk memenuhi tugas, tetapi memiliki ruang untuk melihat gagasannya dibaca dan diapresiasi oleh teman-teman di lingkungan sekolah.
“Menurut saya, kegiatan Mading Kreativitas Siswa sangat menarik karena kami bisa menyalurkan ide dan kreativitas melalui berbagai karya,” ujar salah satu pengurus OSIS SMA Islam Nusantara.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan sehingga semakin banyak siswa yang berani menunjukkan kemampuan dan mengembangkan bakatnya.
Dari Menulis hingga Belajar Menghargai Karya
Program ini juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah. Siswa diberi kesempatan memilih bentuk karya sesuai minat dan kemampuan mereka.
Prosesnya tidak berhenti pada menghasilkan tulisan. Siswa juga belajar bekerja sama, bertanggung jawab terhadap karya yang dibuat, serta menghargai ide dan kreativitas teman-temannya.
Di sisi lain, mahasiswa KSM-PBLI mengambil peran dalam mengonsep dan menata mading. Mereka memastikan karya yang terkumpul tersusun rapi sekaligus menarik perhatian warga sekolah.
Dengan pendekatan tersebut, mading tidak sekadar menjadi tempat memajang tulisan. Media sederhana itu menjadi ruang bertemunya kreativitas, literasi, informasi, dan apresiasi antarsiswa.
Membuka Ruang untuk Siswa Berkarya
Antusiasme siswa terlihat dari beragamnya karya yang ikut ditampilkan. Setiap tulisan membawa gagasan dan karakter berbeda dari pembuatnya.
Kehadiran mading diharapkan membuat siswa memiliki ruang yang lebih terbuka untuk berekspresi. Kepercayaan diri untuk menghasilkan karya pun dapat tumbuh ketika karya mereka mendapat kesempatan untuk dilihat dan dihargai.
KSM-PBLI UNISMA berharap program tersebut dapat terus dikembangkan bersama pihak sekolah. Mading dapat diperbarui secara berkala dengan karya baru sehingga budaya membaca dan menulis tidak berhenti pada satu kegiatan.
Bagi SMA Islam Nusantara, mading akhirnya bukan sekadar hiasan di lingkungan sekolah. Ia menjadi ruang kecil yang memperlihatkan bahwa gagasan siswa layak mendapatkan tempat untuk tumbuh, dibaca, dan diapresiasi.



