Mahasiswa KSM Tematik UNISMA Malang Edukasi Warga Dusun Mindi tentang Pertolongan Pertama

Mahasiswa KSM Tematik UNISMA Malang Edukasi Warga Dusun Mindi tentang Pertolongan Pertama

Indonesiandaily.com – Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Tematik Kelompok 1 Universitas Islam Malang (UNISMA) memberikan edukasi pertolongan pertama kepada warga Dusun Mindi, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Surya Sari Faradiba, S.Si., M.Pd.

Tingkatkan Kesadaran Hadapi Kedaruratan

Slider Ucapan HUT RI

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. Warga tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diajak mengikuti praktik pertolongan pertama secara langsung.

Kegiatan diawali dengan senam bersama warga Dusun Mindi pada pagi hari. Mahasiswa KSM Tematik Kelompok 1 dan warga mengikuti berbagai gerakan senam dengan penuh antusias.

Selain menjaga kebugaran, senam bersama menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi. Kegiatan tersebut juga membantu membangun kedekatan antara mahasiswa dan masyarakat sebelum memasuki agenda utama.

Setelah senam selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi pertolongan pertama pada korban sebelum petugas medis datang. Materi disampaikan mahasiswa KSM bersama Relawan Ambulance DSD SDS Jawa Timur dan Relawan Ambulance MWC NU Karangploso Malang.

Edukasi tersebut menekankan pentingnya tindakan awal yang tepat ketika masyarakat menemukan seseorang dalam kondisi darurat. Pengetahuan dasar dinilai penting karena masyarakat sering menjadi pihak pertama yang berada di lokasi kejadian.

Dapat Apreaiasi dari Warga

Salah satu warga Dusun Mindi, Nuril Farida, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan memberikan manfaat karena warga memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan ketika menghadapi kondisi darurat.

“Menurut saya kegiatan ini sangat bagus, kami  mendapatkan pengetahuan tentang pertolongan pertama yang sebelumnya mungkin belum banyak kami ketahui,” ujarnya.

Nuril juga menilai praktik langsung membuat materi lebih mudah dipahami. Warga dapat melihat sekaligus mempelajari langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi korban.

“Materinya mudah dipahami karena tidak hanya dijelaskan, tetapi juga ada praktik langsung. Jadi kami bisa melihat bagaimana cara menangani orang yang pingsan maupun korban kecelakaan,” katanya.

Menurutnya, keterampilan tersebut penting dimiliki masyarakat. Kondisi darurat dapat terjadi kapan saja sehingga warga perlu mengetahui tindakan awal yang aman sebelum mendapatkan bantuan dari petugas.

“Menurut saya perlu, terutama kegiatan yang memberikan pengetahuan dan keterampilan seperti ini. Semoga ke depannya ada kegiatan lain yang bermanfaat untuk warga Dusun Mindi,” tuturnya.

Berikan Edukasi pada Tahap Awal

Sementara itu, Kiki Fatmi, salah satu relawan yang terlibat dalam kegiatan, mengatakan sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman mengenai tindakan awal saat menghadapi kondisi darurat.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tindakan awal yang dapat dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat sebelum petugas datang,” jelasnya.

Menurut Kiki, masyarakat perlu mengetahui langkah yang benar saat memberikan bantuan. Kesalahan dalam menangani korban justru berpotensi memperburuk kondisi yang dialami.

Karena itu, praktik menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Pertolongan pertama tidak cukup hanya dipahami melalui teori, tetapi membutuhkan pemahaman mengenai tindakan yang tepat di lapangan.

“Praktik sangat penting karena pertolongan pertama tidak cukup hanya dipahami melalui teori. Dengan praktik, warga dapat melihat secara langsung bagaimana langkah-langkah pertolongan dilakukan,” ujarnya.

Diharapkan Warga Lebih Siap 

Juru bicara Kelompok 1 KSM ini, Dinda Noviana berharap edukasi tersebut membuat warga lebih siap ketika menghadapi keadaan darurat. Masyarakat juga diharapkan mampu tetap tenang sembari menunggu bantuan dari petugas.

“Kami berharap warga menjadi lebih tenang dan tidak panik ketika menghadapi keadaan darurat. Paling tidak, warga mengetahui langkah dasar yang aman untuk dilakukan sambil menunggu petugas datang,” katanya.

Dinda juga berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada peserta kegiatan. Warga diharapkan dapat membagikan pengetahuan tersebut kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Pengabdian Berikan Manfaat Langsung ke Masyarakat

Bagi mahasiswa KSM Tematik Kelompok 1 UNISMA Malang, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan program pengabdian yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.

Kolaborasi dengan relawan ambulans juga memperkuat sisi praktis kegiatan. Warga mendapatkan kesempatan untuk memahami pertolongan pertama melalui penjelasan dan simulasi.

Melalui edukasi tersebut, mahasiswa berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pertolongan pertama semakin meningkat. Pengetahuan dasar yang dimiliki warga diharapkan dapat menjadi bekal ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *