Indonesiandaily.com – Dosen dan alumni Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiK) Universitas Brawijaya (UB) mengambil peran dalam pembangunan kawasan transmigrasi melalui Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026.
Sebanyak 25 sivitas FBiK UB terlibat dalam program nasional yang digelar Kementerian Transmigrasi tersebut. Mereka terdiri atas empat dosen sebagai ketua tim dan 21 alumni sebagai peserta.
Tim akan menjalankan pengabdian selama empat bulan, mulai Agustus hingga awal Desember 2026. Penugasan berlangsung di Kawasan Transmigrasi Klamono–Segun, Sorong, Papua Barat Daya.
Keterlibatan ini menjadi momentum bagi dosen dan alumni FBiK UB untuk menerapkan keilmuan secara langsung. Mereka akan mendampingi masyarakat sekaligus menggali potensi kawasan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Dosen FBiK UB Pimpin Ekspedisi
Empat dosen FBiK UB dipercaya menjadi ketua tim dalam pelaksanaan TEP 2026. Mereka adalah Karuniawan Puji Wicaksono, Ph.D., Dr. Riyanti Isaskar, Dr. Arif Yustian Maulana Noor, S.TP., M.Agr., dan Syamsul Arifin, M.Si.
Sementara itu, 21 alumni FBiK UB turut diterjunkan sebagai anggota tim. Keterlibatan alumni memperkuat pendekatan berbasis keilmuan dalam pendampingan masyarakat di kawasan transmigrasi.
Sejumlah alumni yang terlibat antara lain Anggit Nur Wicaksono, S.Hut., Radity Rimba D., S.Hut., Yatha Maziyyatul Hijriyah, S.Hut., dan Dewi Maulidah, S.Hut.
Komposisi tersebut menunjukkan kuatnya kontribusi FBiK UB dalam program yang mengedepankan kolaborasi lintas disiplin. Pengetahuan di bidang pertanian, bioindustri, kehutanan, dan pengelolaan sumber daya menjadi bekal dalam menjalankan pendampingan di lapangan.
Dari Peserta Sosialisasi Kini Pimpin Tim
Dr. Arif Yustian Maulana Noor menjadi salah satu dosen FBiK UB yang mendapat kepercayaan memimpin tim. Sebelumnya, ia merupakan delegasi FBiK UB dalam sosialisasi Magang Patriot.
Kini, Arif terlibat langsung sebagai ketua Tim Ekspedisi Patriot 2026. Menurutnya, program tersebut menjadi kesempatan strategis bagi perguruan tinggi untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara nyata di tengah masyarakat.
“Keikutsertaan dosen dan alumni Universitas Brawijaya dalam Tim Ekspedisi Patriot 2026 merupakan kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat,” ujar Arif.
Ia menilai pengalaman tersebut juga menjadi ruang bagi alumni untuk mengembangkan kapasitas melalui pengabdian langsung di wilayah yang membutuhkan pendampingan.
Arif berharap kontribusi tim dapat memberikan dampak nyata terhadap pengembangan kawasan transmigrasi Klamono–Segun.

Dorong Potensi Lokal Masyarakat
Menurut Arif, TEP 2026 tidak sebatas menjadi program pengabdian. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam satu agenda pembangunan.
“Program Tim Ekspedisi Patriot tidak hanya menjadi ruang pengabdian, tetapi juga sarana membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat,” tegasnya.
Selama empat bulan, tim akan membantu mengidentifikasi potensi wilayah dan menyusun strategi pengembangan yang sesuai dengan karakteristik lokal.
Pendampingan juga diarahkan untuk mendorong masyarakat mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. Dengan begitu, pengembangan kawasan diharapkan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat kemandirian masyarakat.
Bagi FBiK UB, keterlibatan dosen dan alumni dalam TEP 2026 menjadi bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi. Keilmuan yang selama ini dikembangkan di kampus dibawa langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Program ini sekaligus memperluas ruang pengabdian FBiK UB hingga kawasan timur Indonesia. Kehadiran dosen dan alumni di Klamono–Segun diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kawasan transmigrasi yang berkelanjutan.
