Indonesiandaily.com – Sebanyak 79 mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi dikukuhkan dalam Yudisium Tahun 2026. Prosesi tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal pengabdian para lulusan di tengah masyarakat.
Yudisium digelar di Auditorium Ar Rohim Lantai 3 FKIK UIN Malang, Selasa (4/8/2026). Sebanyak 71 mahasiswa Program Studi Sarjana Farmasi dan delapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter. Mereka mengikuti prosesi pengukuhan.
Wakil Dekan I Bidang Akademik FKIK UIN Malang, Dr. dr. Ermin Rachmawati, M.Biomed., mengawali rangkaian acara dengan menyampaikan laporan akademik. Laporan tersebut memuat capaian akademik sekaligus pembacaan Surat Keputusan peserta yudisium.
Prosesi pengukuhan kemudian dipimpin Dekan FKIK UIN Malang, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib, M.Kes., Sp.Rad(K), bersama jajaran wakil dekan dan ketua program studi.
Momentum tersebut tidak sekadar menjadi seremoni kelulusan. Bagi FKIK UIN Malang, yudisium merupakan titik transisi mahasiswa dari ruang akademik menuju dunia profesional. Dimana hal ini menuntut kompetensi sekaligus tanggung jawab.
Bekal Ilmu dan Integritas
FKIK UIN Malang juga memberikan penghargaan kepada peserta yudisium terbaik. Ini sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik dan prestasi yang diraih selama menjalani pendidikan.
Perwakilan mahasiswa berprestasi dan lulusan terbaik turut menyampaikan pesan dan kesan. Mereka juga memberikan motivasi kepada rekan-rekan sesama lulusan. Khususnya untuk terus berkembang dan berkarya, baik di dunia profesional maupun akademik.
Pesan tersebut menjadi relevan karena lulusan FKIK akan berhadapan langsung dengan persoalan kesehatan masyarakat. Kompetensi keilmuan harus berjalan beriringan dengan integritas. Juga empati, dan kemampuan mengambil keputusan secara profesional.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan Dekan FKIK UIN Malang, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib.
Ia berpesan agar seluruh lulusan menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Nilai-nilai keislaman juga diharapkan tetap menjadi landasan dalam setiap bentuk pengabdian.
“Lulusan FKIK tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter dan integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun juga menjadi semangat yang mengiringi prosesi pelepasan para lulusan.
79 Lulusan Bergabung dengan IKA FKIK
Rangkaian yudisium juga ditandai dengan penyerahan 79 alumni kepada Ketua Ikatan Alumni (IKA) FKIK UIN Malang, dr. Muhammad Farid Wafi, M.Biomed.
Penyerahan dilakukan Wakil Dekan III FKIK UIN Malang, Dr. Begum Fauziyah, S.Si., M.Farm. Prosesi ini menandai bergabungnya para lulusan ke dalam jejaring alumni FKIK UIN Malang.
Keberadaan IKA diharapkan menjadi ruang bagi para lulusan untuk tetap terhubung dengan almamater. Jejaring tersebut sekaligus dapat menjadi wadah kolaborasi dan kontribusi alumni. Khususnya bagi pengembangan fakultas maupun masyarakat.
Dengan dikukuhkannya 79 lulusan, FKIK UIN Malang kembali menegaskan komitmennya. Terutama dalam mencetak sumber daya manusia di bidang kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik.
Lebih dari itu, lulusan diharapkan mampu membawa nilai keislaman, menjunjung profesionalisme. Serta yang terpenting memberikan kontribusi nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Yudisium ditutup dengan pembacaan doa, menyanyikan Mars FKIK dan Hymne Guru, serta foto bersama. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya satu fase pendidikan dan dimulainya perjalanan baru. Terutama bagi para lulusan sebagai bagian dari keluarga besar alumni FKIK UIN Malang.
