Indonesiandaily.com – Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan pakar keperawatan ortopedi dari Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Muhammad Kamil Bin Che Hasan, dalam program Visiting Professor. Kehadiran akademisi dari International Islamic University Malaysia (IIUM) itu menjadi langkah strategis UMM memperkuat kolaborasi internasional sekaligus memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam praktik keperawatan modern.
Kegiatan tersebut dikemas melalui kuliah internasional bertema “Transforming Nursing Practice and Allied Health Professions Through AI-Based Orthopaedic Care for Better Patient Outcomes” atau Mentransformasi Praktik Keperawatan dan Profesi Kesehatan Terkait melalui Perawatan Ortopedi Berbasis AI demi Peningkatan Hasil Luaran Pasien.
Wakil Dekan II FKIK UMM, Henik Tri Rahayu, S.Kep., Ns., M.S., Ph.D., menjelaskan bahwa kunjungan Prof. Kamil merupakan tindak lanjut kerja sama antara UMM dan IIUM yang telah disepakati pada awal 2026.
“Ini adalah program Visiting Professor sebagai implementasi kerja sama antara UMM dan IIUM. Sebelumnya pada Januari 2026 kami mengirim beberapa dosen ke IIUM, dan sekarang giliran mereka berkunjung ke UMM untuk berbagi ilmu serta memperkuat kolaborasi akademik,” ujar Henik.
Menurutnya, narasumber kuliah tamu yakni Prof. Kamil merupakan pakar di bidang orthopedic nursing yang memiliki keahlian dalam penerapan AI dan teknologi robotik untuk mendukung pelayanan pasien dengan gangguan muskuloskeletal, seperti patah tulang dan berbagai cedera tulang lainnya.
Selain berdiskusi dengan para dosen, Prof. Kamil juga memberikan kuliah tamu internasional kepada mahasiswa dari tiga program studi, yakni Keperawatan, Farmasi, dan Fisioterapi di Auditorium GKB V UMM.
AI dan Robotik Dorong Transformasi Keperawatan
Henik menilai perkembangan AI dan robotik akan menjadi bagian penting dalam transformasi pelayanan kesehatan. Karena itu, mahasiswa perlu dikenalkan sejak dini terhadap perkembangan teknologi tersebut.
“Beliau akan berbagi pengalaman mengenai bagaimana AI dan robotik dimanfaatkan untuk membantu perawatan pasien ortopedi. Ini menjadi wawasan baru bagi dosen maupun mahasiswa agar lebih siap menghadapi perkembangan dunia kesehatan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama pakar ortopedi asal Malaysia menyoroti masih besarnya kebutuhan tenaga perawat di negaranya sekaligus pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam layanan kesehatan.
Hal itu disampaikan Assoc. Prof. Dr. Muhammad Kamil Bin Che Hasan saat menjadi pembicara dalam kuliah tamu Program Studi Keperawatan UMM.
Malaysia Masih Kekurangan 60 Ribu Perawat
Muhammad Kamil mengungkapkan, Malaysia saat ini masih membutuhkan sekitar 60 ribu tenaga perawat untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di berbagai bidang, tidak hanya pada spesialisasi ortopedi.
“Kami memerlukan lebih banyak jurawat atau perawat, bukan hanya dalam disiplin ortopedi, tetapi di semua bidang. Malaysia masih memerlukan sekitar 60 ribu perawat lagi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor kesehatan,” ujarnya.
Karena itu, pihaknya terus mengembangkan berbagai strategi untuk mempertahankan tenaga perawat yang sudah ada sekaligus menarik lebih banyak tenaga kesehatan agar bersedia bekerja di Malaysia.
“Kami berbagi pengalaman mengenai bagaimana mengekalkan atau mempertahankan perawat di Malaysia dan juga menarik perawat untuk datang bekerja di negara kami,” katanya.
AI Dinilai Mampu Meningkatkan Layanan Pasien
Selain membahas kebutuhan tenaga kesehatan, Muhammad Kamil juga menekankan pentingnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam praktik keperawatan modern.
Menurutnya, AI dapat membantu tenaga kesehatan memberikan pelayanan yang lebih efektif, baik di rumah sakit maupun di klinik.
“Pada sesi berikutnya saya akan berkongsi mengenai penggunaan Artificial Intelligence dalam memberikan perawatan kepada pasien di rumah sakit maupun klinik,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan AI harus tetap memperhatikan aspek etika dan profesionalisme.
“Kami juga akan membahas etika serta cara yang benar dalam mengaplikasikan AI, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam menentukan pelayanan dan perawatan kepada pasien,” ungkapnya.
Fokus Pengembangan Ortopedi untuk Lansia
Sebagai pakar ortopedi, Muhammad Kamil mengaku banyak menaruh perhatian pada penanganan pasien lanjut usia (lansia), terutama yang mengalami gangguan sendi lutut dan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.
