Indonesiandaily.com – Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kuliah kebangsaan yang menghadirkan Wakil Ketua (Waket) I DPRD Jatim Deni Wicaksono SSos. Tema yang diangkat dari kuliah ini “Berani Berinovasi, Berani Memimpin”.
Menurut Rektor UM Prof Hariyono MPd, acara kuliah kebangsaan ini bukan hanya seremonial belaka, tapi untuk mengembangkan generasi yang berkontribusi kemajuan peradaban. Lewat kuliah kebangsaan merupakan komitmen untuk merawat bangsa dengan warisan intelektual. Demikian pula dengan Iptek yang dibarengi dengan penguatan moral.
“Rakyat bukan hanya butuh urusan perut semata, maka kebijakan para pemimpin dan kampus untuk menekankan pula pendidikan moral bangsa,” ungkap Prof Hariyono, Selasa (05/05/’26).
DPRD Jatim Buka Peluang Magang untuk Mahasiswa UM
Narasumber Kuliah Kebangsaan, Waket DPRD Jatim Deni Wicaksono dalam kesempatan ini menyampaikan. Bahwa pihaknya siap menerima mahasiswa magang dari UM, dengan menyediakan 120 ruangan yang terbuka untuk semua jurusan.
Mengenai inovasi, ia merujuk Ir Soekarno yang kala itu berani memimpin dan berinovasi memproklamirkan bangsa Indonesia.
“Tanpa pemimpin dan inovasi bangsa ini tidak akan merdeka. Maka saya mengajak mahasiswa UM untuk berani memimpin dan berinovasi,” ucap Deni.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak hanya memahami sistem pemerintahan, namun juga aktif mengawal kebijakan publik. Deni menilai, transformasi digital telah membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda. Yakni melalui, media sosial yang bisa menjadi ‘parlemen baru’.
“Mahasiswa dapat menyampaikan kritik, gagasan, bahkan menjadi penyeimbang kebijakan pemerintah,” urainya.
Tekankan Literasi Digital
Meski begitu, Wakil Ketua DPRD ini menekankan pentingnya literasi digital agar mahasiswa tidak terjebak dalam arus disinformasi dan hoaks yang kerap muncul di ruang digital.
Dalam kesempatan tersebut Deni juga mengapresiasi langkah Universitas Negeri Malang, yang terus membuka ruang dialog lintas sektor sebagai bentuk pendidikan politik yang sehat.
Menurutnya, dunia akademik harus tetap netral, objektif, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Hal tersebut dalam pandangannya merupakan kekuatan utama kampus.
Dirancang untuk Perkuat Kesadaran Mahasiswa
Dalam kesempatan yang sama Ketua pelaksana, Riskiyana Prihatiningsih, menjelaskan bahwa kuliah kebangsaan ini dirancang untuk memperkuat kesadaran mahasiswa. Terutama akan pentingnya kepemimpinan di era disrupsi, dimana perubahan terjadi begitu cepat dan kompleks.
“Mahasiswa adalah generasi digital native yang punya peran strategis. Kepemimpinan itu tidak harus menunggu jabatan, tapi dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri,” tutupnya.
