Universitas Brawijaya Kembali Kukuhkan Guru Besar dari Berbagai Bidang Ilmu

Universitas Brawijaya Kembali Kukuhkan Guru Besar dari Berbagai Bidang Ilmu

Indonesiandaily.com – Universitas Brawijaya (UB) kembali mengukuhkan Guru Besar dari berbagai bidang ilmu. Lima diantaranya adalah Prof Dra Trisilowati MSc PhD, Prof Defri Yona SPi MSc stud DSc. Juga ada Prof Dr Eng Fadly Usman MT, Prof Dr Eng Ir Riyanto ST MT IPM ASEAN Eng, Prof Achmad Efendi SSi MSc PhD.

Guru besar yang pertama, yakni Prof Defri Yona SPi MSc stud DSc yang mengemukakan tentang Kerangka Integratif Risiko Solutif  (KERIS) yang menyoroti pencemaran laut dengan pengendalian pencemaran secara terintegrasi.

Sedangkan Prof Dr Eng Fadly Usman MT, mengusung inovasi ilmiah mengenai Kapasitas Orang Siaga Tsunami Amati Laut (KOSTAL). Dimana ia menitikberatkan pada peningkatan kapasitas masyarakat siaga bencana melalui optimalisasi teknologi informasi yang ramah biaya.

“KOSTAL sendiri adalah kesiapsiagaan orangnya. Orangnya harus ditingkatkan kapasitasnya. Masyarakat harus kenal tanda-tanda sebelum terjadi tsunami “ tuturnya,

Ia mencontohkan sebagaimana di Pulau Simeulue yang selamat dari tsunami Aceh 2024 karena kesadaran mereka melalui budaya lokal mengenai tanda-tanda bencana. Demikian pula kewaspadaan tersebut juga dimiliki masyarakat Jepang.

Pengembangan model ini berkembang dari penelitiannya menata kawasan pantai dan pesisir dengan menata daerah aman serta terdampak. Dalam perjalanannya melakukan penelitian dia berpikir ternyata masyarakat itu lebih penting.

Antara tahun 2019-2024 ia mengembangkan alat Early Warning System (EWS) yang bisa diproduksi Desa sendiri.

Alat ini memiliki fungsi mendeteksi terjadinya pola gelombang air laut, kemudian ketika terjadi gerakan yang tidak biasa, Kepala Desa atau petugas yang memiliki akses bisa memencet tombol untuk peringatan.

“EWS itu biasanya mahal yang diletakkan di laut itu biasanya triliyunan, akhirnya kita membuat yang portable dengan harga 15 juta an yang desa bisa buat sendiri,” ungkapnya.

Lain lagi yang ditemukan oleh Guru Besar yang ke tiga, Prof Dr Eng Ir Riyanto ST MT IPM ASEAN Eng. Ia menawarkan model River Index untuk pengukuran kualitas perairan tropis.

Hal tersebut menurutnya untuk memastikan kualitas air yang memadai, dibutuhkan kerangka penilaian tropis yang menggabungkan mikroplastik, parameter fisik dan kimia air serta tata guna lahan.

Guru Besar yang akan dikukuhkan lainnya ialah Prof Achmad Efendi SSi MSc PhD. Ia meruapakan pakar Statistika Universitas Brawijaya yang mengembangkan kerangka pemodelan klasifikasi baru yang mengombinasikan Principal Component Analysis (PCA) dan Independent Component Analysis (ICA).

Inovasi yang disebut sebagai Mixed Model ini dirancang untuk meningkatkan kualitas variabel masukan dalam pemodelan statistik dan machine learning.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *