Indonesiandaily.com- Universitas Islam Malang (UNISMA) terus memperkuat langkah menuju target sebagai World Class University (WCU) pada 2027. Salah satu strategi yang ditempuh adalah memperluas kolaborasi riset internasional, termasuk kerja sama penelitian di bidang peternakan dengan perusahaan asal Belanda, Wise Use BV.
Penelitian tersebut dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu UNISMA dengan melibatkan tujuh dosen bersama mahasiswa program sarjana dan magister dari Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang. Riset ini berfokus pada pengembangan produk herbal berbasis bahan biologis alami yang berpotensi meningkatkan kesehatan ternak sekaligus mendukung produksi pangan yang lebih aman.
Kolaborasi tersebut selaras dengan visi Fakultas Peternakan UNISMA dalam mengembangkan tridarma perguruan tinggi berbasis teknologi biohayati guna mendukung ketahanan pangan. Pendekatan ini juga sejalan dengan konsep yang dikembangkan oleh Wise Use BV, yakni memulihkan keseimbangan ekosistem melalui pemanfaatan mikroorganisme alami.
Perwakilan Wise Use BV di Indonesia, Jeroen Rijnenberg, menjelaskan bahwa produk herbal yang dikembangkan perusahaan tersebut menggunakan bahan biologis murni yang ramah lingkungan.
“Pemanfaatan bahan baku berkualitas tinggi sangat penting untuk menjaga kesehatan ternak secara berkelanjutan sekaligus mengembalikan keseimbangan alami ekosistem,” ujarnya.
Hasil penelitian yang dilakukan di Indonesia diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan produk yang sesuai dengan kondisi iklim tropis. Selain itu, inovasi tersebut juga berpotensi dimanfaatkan dalam kegiatan kewirausahaan mahasiswa maupun program pengabdian kepada masyarakat.
Jeroen Rijnenberg yang juga menjabat sebagai Direktur SBDI Center Foundation turut mendorong pengembangan program ketahanan pangan berbasis kolaborasi antara akademisi dan masyarakat.
Ketua tim peneliti, Nurul Humaidah, menjelaskan bahwa penelitian ini dilakukan untuk mendukung penyediaan produk pangan yang lebih aman bagi konsumen, terutama setelah pemerintah melarang penggunaan antibiotic growth promoters pada ayam pedaging.
“Sebagai alternatif dari AGP, kami mengembangkan konsep Natural Growth Promoters yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ternak secara alami sekaligus meningkatkan sistem imun,” jelasnya.
Pada tahap awal, penelitian diterapkan pada ayam broiler tanpa vaksin. Produk herbal yang diuji diharapkan dapat berfungsi sebagai pemacu pertumbuhan alami sekaligus imunomodulator sehingga menghasilkan daging ayam yang lebih sehat karena tidak bergantung pada vaksin maupun vitamin berbahan kimia.
Ke depan, riset kolaboratif ini direncanakan diperluas pada komoditas ternak lain seperti ayam kampung, kambing, hingga domba.
Melalui kerja sama dengan industri internasional, UNISMA menargetkan lahirnya inovasi yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga aplikatif bagi masyarakat, sekaligus memperkuat hilirisasi hasil penelitian di bidang peternakan.
