UMM Lewat Program Berbagi untuk Negeri Terjunkan Tim Ahli, Pulihkan Bencana di Aceh

UMM Lewat Program Berbagi untuk Negeri Terjunkan Tim Ahli, Pulihkan Bencana di Aceh

Indonesiandaily.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program “UMM Berbagi untuk Negeri” terus bergulir secara masif di wilayah terdampak bencana Sumatera. Memasuki tahap ketiga, Kampus Putih tidak sekadar mengirimkan bantuan logistik, melainkan menerjunkan tim ahli yang terdiri dari dosen dan teknisi. Terutama untuk memimpin percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang sejak awal Januari 2026.

Fokus utama tim kali ini adalah menghidupkan kembali denyut nadi pendidikan yang sempat lumpuh total akibat banjir bandang. Langkah konkret terlihat di Kecamatan Bandar Pusaka, di mana tim UMM Berbagi berjibaku membersihkan endapan lumpur tebal yang menimbun ruang-ruang kelas. Terutama di Madrasah Aliyah (MA) Al Hikmah dan Raudhatul Athfal (RA) Darul Muta’allimin, Desa Sunting.

Ir Ary Bakhtiar MSi IPM ASEAN Eng Koordinator UMM Berbagi untuk Negeri, menegaskan bahwa normalisasi fasilitas pendidikan menjadi prioritas utama timnya. Ia menggambarkan kondisi lapangan yang cukup berat, di mana material sisa banjir membuat aktivitas belajar mengajar mustahil dilakukan. Apalagi tanpa intervensi alat dan tenaga yang memadai.

“Tim kami langsung bergerak cepat membersihkan lumpur pekat yang memenuhi ruang kelas. Target kami, agar anak-anak bisa segera kembali bersekolah dengan aman dan nyaman,” jelas Ary.

Selain pembersihan fisik, tim UMM juga mendistribusikan paket hygiene kit kepada para guru dan siswa di Dusun Anggrek. Ini adalah pendekatan komprehensif; perbaikan fisik, sekaligus menjaga kesehatan warga sekolahnya.

Berbeda dengan gelombang sebelumnya yang didominasi oleh semangat juang mahasiswa dalam fase tanggap darurat. Namun untuk penerjunan tahap ketiga ini membawa misi spesifik rehabilitasi dan rekonstruksi.

Eka Kadarpa Utama Dewayani MM, salah satu relawan sekaligus dosen UMM dalam tim tersebut, menjelaskan perubahan strategi ini. Menurutnya, komposisi tim yang diisi oleh jajaran dosen dan tenaga ahli disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Dimana kini bergeser ke arah pemulihan infrastruktur vital dan manajemen posko.

“Berdasarkan hasil asesmen lapangan terakhir, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah sektor WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) serta pendampingan psikososial,” ucapnya.

Maka, tim tahap ketiga ini memiliki tugas spesifik untuk pengelolaan logistik, perbaikan sarana air bersih, hingga trauma healing. UMM ingin memastikan sistem pendukung kehidupan di sini kembali berfungsi.

Pergeseran fokus wilayah operasi ini juga merupakan respons cepat atas mandat Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur. Sumber daya yang sebelumnya terkonsentrasi di Langkat, Sumatera Utara, kini digeser penuh ke Aceh Tamiang. Lantaran eskalasi kebutuhan penanganan yang lebih intensif di wilayah tersebut.

Aksi nyata ini mempertegas posisi UMM sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya hadir saat sorotan kamera tertuju pada bencana. Namun tetap setia mengawal hingga fase pemulihan.

Melalui sinergi antara pembersihan sarana pendidikan, bantuan kesehatan, dan dukungan psikososial. UMM Berbagi berupaya memastikan masyarakat Aceh Tamiang, dapat segera bangkit dan menatap masa depan kembali.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *