UMM Berangkatkan Tim Bantuan Kebencanaan ke Sumatra, Optimalisasi Layanan Medis

UMM Berangkatkan Tim Bantuan Kebencanaan ke Sumatra, Optimalisasi Layanan Medis

Indonesiandaily.comUniversitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberangkatkan tim bantuan kebencanaan ke Sumatra Barat, Selasa (16/12/202. Tim ini akan menjalankan program bertajuk Optimalisasi Layanan Medis dan Dukungan Psikososial Pascabencana.

Kampus ini dipercayai penuh oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti-Saintek). Terutama dalam menangani langsung lokasi terdampak bencana di Kabupaten Agam.

Salah satu koordinator kegiatan, Dr Arina Restian MPd menjelaskan bahwa program di daerah bencana bertujuan melanjutkan serta memaksimalkan layanan, khususnya di bidang kesehatan. Kebutuhan utama masyarakat meliputi layanan medis, kefarmasian, dan dukungan kedokteran, termasuk pemulihan psikososial bagi warga terdampak bencana.

“Sebelumnya pada tanggal 8 Desember lalu sudah ada tim yang datang kesana, nah ini merupakan lanjutannya. Sekarang ini kami fokuskan kepada bidang kesehatan” ungkapnya.

Tim yang diberangkatkan terdiri atas 10 mahasiswa koas (calon dokter muda) Fakultas Kedokteran serta berbagai element kesehatan yang ada di UMM. Mereka membawa berbagai logistik bantuan berupa alat kesehatan, obat-obatan, teknologi tepat guna, sistem filtrasi air bersih, serta perangkat pemeriksaan darah.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi MPsi PhD, menyampaikan bahwa kondisi pascabencana di daerah bencana masih membutuhkan perhatian serius. Ribuan penyintas yang  terdampak masih dalam proses pemulihan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.

“Program ini menjadi semangat bagi kami untuk hadir langsung membantu para penyintas yang terdampak bencana. Ini adalah panggilan kemanusiaan,” ujarnya.

Salis menambahkan bahwa keterlibatan UMM dalam program ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Muhammadiyah, kode etik, serta nama baik institusi selama menjalankan misi kemanusiaan.

“Niatkan seluruh kegiatan sebagai ibadah dan amal jariyah. Fokus pada kebermanfaatan dan hindari segala bentuk kerugian,” pesannya kepada tim.

Melalui program yang berlangsung hingga akhir Desember ini, UMM membuktikan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pemulihan masyarakat terdampak bencana. Sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam respons kebencanaan berbasis kemanusiaan dan keilmuan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *