Indonesiandaily.com – Universitas Negeri Malang menambah lima Guru Besar (Gubes). Dinataranya ; Prof Dr Hartatiek MSi, Prof Dr Ahmad Samawi MHum, Prof Ir Rr Poppy Puspitasari SPd MT PhD. Serta ada pula Prof Dr Agus Hery Supadmi Irianti MPd, dan Prof Syamsul Bachri SSi MSc PhD.
Prof Tatik sendiri dari Fakulta MIPA yang dalam karya ilmiahnya mengangkat Biomaterial. Unsur dari Biomaterial tersebut menggunakan gamping dari desa Druju yKabupaten Malang. Dimana kandungan Kalsiumnya sangat tinggi dibanding gamping dari daerah lain.
Biomaterial adalah substansi atau material yang dirancang untuk berinteraksi dengan sistem biologis (tubuh makhluk hidup), baik untuk tujuan terapeutik (mengobati) maupun diagnostik.
Material ini bisa dimasukkan ke dalam tubuh manusia dalam jangka waktu tertentu tanpa menimbulkan reaksi berbahaya, guna menggantikan atau memperbaiki fungsi organ yang rusak.
Lain karya ilmiah yang diangkat Prof Dr Ahmad Samawi MHum. Guru Besar bidang manajemen lembaga pendidikan ini mengangkat mengenai PAUD, yang ia rasa belum mampu menumbuhkan tumbuh kembang anak. Padahal ada sekitar 4 Juta anak usia PAUD butuh tumbuh kembang.
Prof Samawi kemudian memberikan solusi dengan pembenahan prioritas utama pada peningkatan SDM guru PAUD.
Sedangkan Guru Besar ketiga yang dikukuhkan ialah Prof Ir Rr Poppy Puspitasari SPd MT PhD. Ia merancang Fungsi Material dari Skala Nano”, yang gagasan utamanya mengubah mekanisme dominan struktur rekayasa hingga nano.
Termasuk pada rasio luas permukaan/volume meningkat tajam, membuat fenomena yang sebelumnya dianggap sekunder, seperti energi permukaan. Juga gaya antarmolekular, adsorpsi, keterbasahan, hingga transport massa dan panas pada lapisan tipis bergeser menjadi faktor penentu performa.
Keempat, Prof Dr Agus Hery Supadmi Irianti MPd. Ia merupakan Guru Besar Bidang Kependidikan dan Pembelajaran Vokasional Bidang Busana.
Batik merupakan warisan leluhur yang harus dipertahankan dan dilestarikan. Batik bukan sekadar kain bermotif, melainkan warisan budaya leluhur yang mengandung makna filosofis mendalam dan mencerminkan nilai kehidupan masyarakat Indonesia. Dari jaman dahulu hingga saat ini belum pernah ada pengrajin,produsen batik yang menciptakan
Ia menggagas batik dengan motif yang fleksibel bagi bermacam bentuk tubuh. Hal ini dari jaman dahulu hingga saat ini belum ada pengrajin atau produsen batik menciptakan batik dengan motif fleksibel.
Dimana motif batik yang ia temukan dapat menyesuaikan bentuk tubuh yang beragam.
Guru Besar ke lima, adalah Prof Syamsul Bachri SSi MSc PhD yang merupakan Guru Besar bidang Geografi Kebencanaan dan Lingkungan. Ia mengembangkan paradigma baru kajian kebencanaan, khususnya pada pengelolaan risiko bencana gunung api di Indonesia.
Judul orasi ilmiahnya “Paradigma Baru Geografi Kebencanaan: Implementasi Human–Volcano (Hu-Vo) System Model dalam Pengelolaan Risiko Bencana di Wilayah Gunung Api Indonesia”.
