Tingkatkan Mutu Pendidikan Islam, UNISMA dan Alma Ata Gelar Benchmarking Kurikulum dan Budaya Mutu

Indonesiandaily.com- Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang menjalin kerja sama akademik dengan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Alma Ata Yogyakarta melalui kegiatan benchmarking yang mengangkat tema Penguatan Tata Kelola, Kurikulum, dan Budaya Mutu Program Studi. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang pertemuan lantai 6 FITK.

Pertemuan yang digelar pada siang hari itu menjadi forum strategis bagi kedua institusi untuk saling berbagi pengalaman dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi keagamaan Islam. Agenda dimulai dengan sambutan dari pimpinan fakultas yang menekankan pentingnya sinergi antarperguruan tinggi dalam menjawab tantangan pendidikan di era global.

Dekan FITK Universitas Alma Ata, Ahmad Salim, menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi tersebut. Ia menilai kerja sama antarlembaga pendidikan Islam memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

“Sinergi antarperguruan tinggi Islam sangat penting untuk menciptakan lompatan kualitas yang berkesinambungan. Dalam forum seperti ini, kita tidak hanya bertukar gagasan, tetapi juga berbagi pengalaman nyata mengenai pengelolaan institusi dan pembangunan budaya mutu,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang, Abd. Jalil, menegaskan bahwa kegiatan benchmarking merupakan bagian dari komitmen institusinya untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan akademik.

“Benchmarking ini bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan ini menjadi pintu awal untuk memperkuat jejaring kerja sama sekaligus mendorong peningkatan kualitas di tingkat program studi, yang merupakan ujung tombak pencapaian kompetensi lulusan,” kata Abd. Jalil.

Pada kesempatan tersebut, kedua pihak juga menandatangani sejumlah dokumen kerja sama yang mencakup nota kesepahaman di tingkat fakultas serta tingkat program studi, yakni Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Setelah prosesi penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mengenai strategi pengembangan kerja sama internasional dan upaya menarik mahasiswa asing. Perwakilan dari FITK Alma Ata memaparkan sejumlah pendekatan yang telah diterapkan, seperti pengembangan program studi dengan kurikulum berbahasa Inggris pada bidang tertentu serta pembangunan kemitraan dengan pesantren dan lembaga pendidikan Islam di berbagai negara, termasuk Thailand dan Nigeria.

Selain itu, strategi lain yang diterapkan meliputi penyediaan beasiswa parsial, fasilitas asrama yang memadai, serta penerapan buddy system guna membantu mahasiswa asing beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial.

Pihak Alma Ata juga menekankan pentingnya program mobilitas mahasiswa dan pertukaran pelajar dua arah sebagai bagian dari penguatan kerja sama internasional. Program seperti pertukaran semester pendek atau summer course dinilai mampu memperkaya pengalaman akademik mahasiswa sekaligus memperluas jejaring global institusi pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *