Indonesiandaily.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur resmi menggelar Kick Off Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (1926–2026) di Auditorium Prof. KH. M. Tolchah Hasan, Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu (7/1).
Kick Off Harlah Satu Abad NU ini menjadi penanda dimulainya rangkaian strategis PWNU Jawa Timur yang bakal digelar sepanjang Tahun 2026.
Melalui sinergi antara NU, perguruan tinggi, dan masyarakat, peringatan satu abad NU diharapkan mampu memperkokoh peran NU sebagai kekuatan sosial-keagamaan dalam menjaga persatuan dan membangun peradaban Indonesia.
Ketua Panitia Harlah Satu Abad NU PWNU Jawa Timur, Prof. Maskuri Bakri, mengatakan peringatan satu abad NU mengusung tema besar “Memperkokoh Jam’iyyah, Tradisi Kontribusi, dan Mengembangkan Peradaban.”
“Melalui satu abad NU ini, kami ingin meneguhkan peran jam’iyyah, memperkuat tradisi kontribusi NU, sekaligus mendorong pengembangan peradaban yang berakar pada nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan,” ujar Prof. Maskuri.
Prof Maskuri menjelaskan, PWNU Jawa Timur telah menyiapkan 13 program utama dalam rangka Harlah Satu Abad NU. Program-program tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari keagamaan, kebudayaan, pendidikan, kebangsaan, kesehatan, hingga penguatan spiritualitas masyarakat.
Salah satu agenda pembuka adalah sarasehan yang mengambil tema, pesantren dan kebangsaan. Forum ini membahas peran pesantren dalam menjaga nilai-nilai keindonesiaan serta kontribusinya terhadap pembentukan karakter bangsa. Sejumlah isu strategis turut dibahas, di antaranya pesantren dan perempuan, sejarah pemikiran keislaman, serta tantangan kebangsaan di tengah dinamika global.
“Pesantren memiliki peran penting dalam menjaga moral, spiritualitas, dan kebangsaan. Sarasehan ini menjadi ruang refleksi agar pesantren tetap relevan dan adaptif dalam menjawab tantangan zaman,” jelasnya.
Selain sarasehan, rangkaian kegiatan lainnya meliputi agenda kebudayaan, pameran nasional, kajian sejarah masyarakat Jawa Timur, penguatan peran generasi muda NU, serta pelayanan sosial berupa bakti kesehatan dan pengobatan gratis di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
PWNU Jawa Timur juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen, baik internal NU maupun dengan pemerintah dan masyarakat luas, agar seluruh rangkaian peringatan memberikan manfaat nyata bagi umat.
“Peringatan satu abad NU bukan sekadar seremoni, melainkan momentum konsolidasi dan penguatan peran NU dalam membangun peradaban, menjaga persatuan, dan merawat spiritualitas umat,” tegas Prof. Maskuri.
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Malang, Prof. Junaidi, menyampaikan, Unisma sebagai perguruan tinggi Nahdlatul Ulama memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung kiprah NU bagi Indonesia dan peradaban dunia.
“Inilah kampus kita sendiri, kampus kita semua. Artinya, kita semua bertanggung jawab untuk mengembangkannya. Unisma hadir untuk Indonesia dan peradaban dunia,” katanya.
Prof. Junaidi menambahkan, Unisma terus berkomitmen meningkatkan kualitas akademik dan kontribusi sosial. Saat ini, Unisma tercatat sebagai perguruan tinggi Nahdlatul Ulama pertama yang meraih akreditasi institusi unggul.
“Dari 38 program studi yang dimiliki, lebih dari 50 persen telah terakreditasi unggul, bahkan tujuh di antaranya telah memiliki pengakuan dan daya saing yang kuat,” ungkapnya.
