Indonesiandaily.com – Puguh Wiji Pamungkas, anggota DPRD Jatim, menilai kehadiran bus Trans Jatim mampu mendongkrak ekonomi. Sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata Malang Raya.
Menurut Puguh Pamungkas anggota legislatif daerah pilihan Malang Raya ini, kehadiran bus Trans Jatim koridor Malang Raya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. Ia menilai transportasi publik yang tertata menjadi kunci kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus penggerak sektor ekonomi lokal.
Malang Raya memiliki keunggulan besar di sektor pendidikan dan pariwisata. “Jika transportasi publik tertata dengan baik. Pergerakan orang dan barang akan semakin lancar, UMKM bergerak, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujar Puguh saat dihubungi, Ahad (21/12).
Anggota DPRD Jatim Komisi E ini menanggapi antusias masyarakat Malang Raya dengan keberadaan Bus Trans Jatim. Hal tersebut ditilik dari antrian panjang warga di terminal yang ingin menikmati moda transportasi anyar ini.
Seperti diketahui, Bus Trans Jatim Koridor Malang Raya resmi beroperasi sejak 20 November 2025. Moda transportasi massal ini menjadi yang pertama mengintegrasikan dua wilayah strategis, yakni Kota Malang dan Kota Batu.
“Saya pribadi berharap Bus Trans Jatim dapat mampu menjawab kebutuhan mobilitas harian masyarakat Malang dan Batu,” ungkap politikus PKS ini.
Menurutnya, kehadiran Bus Trans Jatim bukan hanya memperkuat layanan transportasi publik. Tetapi juga mencerminkan komitmen kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah daerah.
Ia mengapresiasi langkah Dinas Perhubungan Pemprov Jatim yang menggandeng Pemerintah Kota Malang. Serta Pemerintah Kota Batu dengan mengintegrasikan angkutan lokal sebagai Feeder.
“Kolaborasi seperti ini penting agar tidak saling mematikan, justru saling menguatkan,” tegasnya.
Hingga saat ini jumlah penumpang Bus Trans Jatim Malang Raya sekitar 4.000 orang dengan 16 unit yang beroperasional setiap hari pukul 04.00 – 22.00 WIB dengan tarifnya Rp5.000 (umum) dan Rp2.500 (pelajar/mahasiswa) dengan kapasitas 35 penumpang.
Berdasarkan data UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan Malang Dinas Perhubungan Jawa Timur. Jumlah penumpang Bus Trans Jatim Malang Raya mencapai sekitar 4.000 orang selama 13 hari pascapeluncuran.
Dikatakannya, antusias masyarakat ini merupakan sinyal kuat masyarakat membutuhkan transportasi publik yang terjangkau, nyaman, dan terintegrasi.
Puguh berharap pengembangan layanan Bus Trans Jatim, ke wilayah Kabupaten Malang. Termasuk penambahan rute yang terkoneksi langsung dengan pusat-pusat wisata di Kabupaten Malang.
Menurutnya, konektivitas yang baik akan mempermudah akses wisatawan lokal maupun mancanegara.
“Kalau konektivitas ke pusat wisata semakin kuat, trafik wisatawan akan meningkat. Dampaknya jelas, UMKM hidup, pendapatan daerah naik. Juga ekonomi kawasan Malang Raya semakin bergeliat,” pungkasnya.
