Pascasarjana Unisma Lepas 217 Calon Wisudawan, Direktur dan Rektor Tekankan Etos Kerja dan Riset Berkualitas

Indonesiadaily.com- Program Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) melepas sebanyak 217 calon wisudawan dari jenjang doktor dan magister dalam agenda pelepasan periode ke-77 yang digelar Ahad malam (26/10/2025).
Para calon wisudawan berasal dari Program Doktor Pendidikan Agama Islam Multikultural serta 10 program magister, meliputi Pendidikan Agama Islam, Hukum Keluarga Islam, Hukum, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Manajemen, Administrasi Publik, Kenotariatan, Peternakan, dan Pendidikan Matematika.

Direktur Pascasarjana Unisma, Prof. Mas’ud Said, dalam sambutannya menyampaikan sembilan kunci sukses yang perlu dipegang lulusan saat memasuki dunia profesional. Pesan utama yang ditekankan adalah pentingnya kerja keras sebagai fondasi keberhasilan.

“Capaian yang terlihat luar biasa di mata orang lain sejatinya lahir dari proses panjang dan kerja keras yang konsisten,” ujar Prof. Mas’ud.

Delapan pesan lainnya meliputi pentingnya membangun tim yang solid, menjaga keseimbangan hidup, memanfaatkan momentum, bersikap fleksibel, terus berlatih, saling mendukung, menjalankan peran masing-masing, serta menjaga sinkronisasi dalam kerja tim.

Sementara itu, Rektor Unisma Prof. Dr. Junaidi, M.Pd., Ph.D., menguatkan pesan tersebut dengan menegaskan bahwa keberhasilan menyelesaikan studi pascasarjana merupakan bukti nyata kesungguhan dan disiplin akademik para lulusan.

Ia juga menekankan peran strategis mahasiswa pascasarjana dalam mendorong Unisma menuju world class university, khususnya melalui kontribusi riset berkualitas yang dipublikasikan pada jurnal bereputasi.

“Riset yang baik harus diiringi dengan kemampuan menuliskannya secara ringkas dan sistematis dalam artikel ilmiah. Jika masih ada kekurangan, lulusan tetap berkewajiban berkonsultasi dengan pembimbing atau promotornya,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Yayasan Unisma Prof. Dr. Ir. Agus Sugianto, M.P., memaknai prosesi pemindahan kuncir toga sebagai simbol transformasi keilmuan.

“Pemindahan kuncir mencerminkan peralihan dari pemahaman ontologis dan epistemologis yang diperoleh selama studi menuju aksiologi, yakni penerapan ilmu yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Pelepasan ini diharapkan menjadi momentum reflektif sekaligus persiapan mental bagi para lulusan menjelang prosesi wisuda resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *