Indonesiandaily.com – Fakultas Matematika dan IPA Universitas Brawijaya mengupas keunggulan Herbal hingga keutamaan pemanfaatan Geothermal. Pembahasan dua hal yang menarik tersebut dikemas dalam acara Ngobrol Santai Sama Media (Ngopi Sam), dengan mengusung Tagline Maju Bersama Sejahterah Bersama.
Ngopi Sam diawali dengan pemaparan peneliti bioteknologi FMIPA UB, Prof Dr Ir Moch Sasmito Djati MS. Ia memaparkan riset herbal untuk pengembangan jamu modern dengan penelitian yang fokus pada bioteknologi dan konservasi hayati. Indonesia memiliki biodiversitas tanaman herbal terbesar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.
“Jamu bukan sekadar minuman tradisional, melainkan bagian dari budaya pengobatan yang sarat makna spiritual dan ilmiah,” ungkap Prof Sasmito.
Sebagai Ketua Dewan Jamu Indonesia, Sasmito berharap jamu Indonesia semakin diakui dalam sistem kesehatan formal. Ia mendorong agar herbal yang sudah teruji ilmiah dapat diresepkan secara medis.
“Potensi herbal kita luar biasa. Jika dikelola ilmiah dan ekonomis. Jamu bisa menjadi kekuatan kesehatan sekaligus ekonomi nasional,” ujarnya
Dalam kesempatan yang sama, Dekan FMIPA Prof Ir Sukir Maryanto SSi MSi PhD membeberkan mengenai potensi luar biasa dari energi panas bumi (Geothermal). Padahal jika dapat dikelola dengan baik disertai edukasi kepada masyarakat, pemanfaatan Geothermal ini dapat menjadi solusi kebutuhan listrik nasional. Yakni dengan membangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP).
“Dengan pemanfaatan Geothermal dapat meminimalisir terjadinya gempa maupun gunung meletus,” ungkap Prof Sukir.
Sedangkan Indonesia sendiri berada di jalur Ring of Fire. Dengan ratusan gunung api aktif yang menyimpan energi panas bumi melimpah.
Sayangnya di masyarakat mucul penolakan pengembangan Geothermal lantaran minimnya edukasi dan literasi publik. Tantangan itu mengakibatkan hanya sedikit perguruan tinggi di Indonesia yang secara serius mengkaji geotermal dari sisi keilmuan. Namun, hanya UB yang berani menekuni dan memiliki laboratorium lapang yang berada di Cangar.
“Mestinya pemerintah punya program masif pendidikan masyarakat terkait Geotermal yang lengkap, termasuk manfaatnya meminimalisir kebencanaan,” ucap Prof Sukir.
Dekan satu ini pun mengambil contoh pemanfaatan Geothermal di Jepang. Dimana energi panas bumi digunakan untuk pemanas ruangan, pengairan pertanian hingga pengendalian salju. Sedangkan di Hawai yang dikenal memiliki gunung berapi ekstrim, Geothermal dijadikan sumber listrik, sehingga gempa dapat diminimalisir.
