Indonesiandaily.com – Menteri Haji (Menhaj) RI menyampaikan bahwa kerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, bertujuan untuk menekan angka kematian jamaah haji. Kedua institusi ini sepakat menandatangani kerjasama, agar jamaah Indonesia semakin nyaman menunaikan ibadah haji maupun umroh di tanah suci.
Menhaj RI Irfan Yusuf, mengakui salah satu keunggalan UIN Maliki Malang ialah adanya Fakultas Kedokteran yang Concern pada Kesehatan Haji. Maka kerjasama ini bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian jamaah haji yang tiap tahun dirasa meningkat. Padahal angka yang ditolerir oleh Pemerintah Arab Saudi adalah 30 kematian per Saratus Ribu Jamaah.
“Tapi pada kenyataannya jamaah Indonesia angka kematiaannya mencapai 80 orang per Seratus Ribu,” ungkap Menhaj, Selasa (0302’26) di kampus III UIN Malang.
Itu artinya jamaah Indonesia sangat rentan kesehatannya. Nah untuk menekan angka kematian tersebut, Kementrian Haji bekerjasama dengan beberapa kampus UIN yang memiliki Fakultas Kedokteran. Terutama yang fokus pada kesehatan haji.
“Kerjasama nantinya lebih fokus pada pendampingan calon jamaah haji Indonesia,” ucapnya.
Jadi calon jamaah haji yang sudah terdaftar resmi pemberangakatan dua tahun kedepan sudah dimonitor kesehatannya. Tim monitoring tersebut yang akan melibatkan FK UIN Maliki Malang.
Kerjasama tidak hanya mengenai kesehatan haji saja. Namun juga pada sertifikasi dan pembinaan petugas pembimbing haji.
Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr Ilfi Nur Diana MSi menambahkan bahwa kerjasama dengan Kemenhaj ini lebih pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Terutama dalam bidang pendidikan, dimana UIN Maliki Malang akan memberikan pelatihan pada petugas haji. Kemudian beberapa penelitian yang dapat menjadi pijakan aturan pelaksanaan haji yang nantinya direkomendasikan kepada Kemenhaj.
“Jadi palaksanaan haji sebelum dan sesudah pelaksanaan dapat dievaluasi untuk dijadikan perbaikan kedepan,” tutur Prof Ilfi.
Sedangkan dalam sisi pengabdian masyarakat, FK UIN Malang akan memberikan pendampingan pada para petugas haji. Diantaranya dengan pelatihan dan tes kesehatan yang akan diberikan oleh para mahasiswa UIN Malang.
Bahkan mahasiswa FK direncanakan Koas di Rumah Sakit di Arab Saudi. Ini sebagai upaya menjembatani kendala bahasa bagi jamaah haji maupun umroh. Pasalnya mahasiswa UIN Malang telah dibekali penguasaan bahasa Arab dasar, hingga dapat mendampingi jamaah Indonesia.
“Program pendampingan oleh para mahasiswa ini masuk dalam program Kuliah Kerja Nyata atau KKN,” kata Prof Ilfi.
Berbagai upaya ini, sebagai wujud ikhtiar UIN Malang untuk mencapai reputasi internasional. Juga keberadaan kampus ini berdampak pada kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.
Nantinya tak hanya Fakultas Kedokteran saja, tapi juga melibatkan Fakultas Psikologi. Yakni pada pendampingan mental calon jamaah haji yang mungkin memendam kekhawatiran tersendiri.
Bahkan melibatkan pula Fakultas Syariah yang akan membuka lembaga sertifikasi profesional terkait manasik haji dan umroh.
Rektor UIN menilai, kerjasama timbal balik menemukan Link and Match. Pihak kampus sebagai lembaga pendidikan menemukan saluran kerjamasa yang linier dengan Kementrian Haji dan Umroh Republik Indonesia.
