Indonesiandaily.com – Mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA) membikin suatu inovasi pembelajaran. Yakni dengan membuat inovasi yang diberi nama Tusuk Aljabar, yang khusus untuk membantu pembelajaran Matematika, siswa anak berkebutuhan khusus (ABK).
Dijelaskan oleh Salsabila Yusro, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Matematika UNISMA, bahwa dalam rangka implementasi program Kandidat Magister Mengabdi (KMM). Dirinya memang memfokus pada pendidikan inklusif di SMP Negeri 18 Malang.
Kegiatan ini bertujuan mengatasi tantangan pembelajaran aljabar yang sering dianggap abstrak. Terutama bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang memerlukan dukungan visual dan kinestetik.
Sebagai solusinya, mahasiswa Pascasarjana UNISMA ini memperkenalkan sebuah inovasi media pembelajaran yang diberi nama “Tusuk Aljabar.” Media ini berfungsi sebagai alat bantu manipulatif yang mengubah simbol-simbol aljabar yang rumit seperti variabel dan konstanta menjadi objek fisik yang nyata,
Sehingga konsep abstrak dapat diakses dan dipahami dengan lebih mudah oleh siswa berkebutuhan khusus.
Selanjutnya, media “Tusuk Aljabar” diimplementasikan melalui metode permainan yang interaktif, memanfaatkan benda-benda sehari-hari seperti tusuk sate untuk merepresentasikan variabel. Juga dapat pula manik-manik atau balok berwarna untuk merepresentasikan konstanta. Termasuk membedakan antara nilai positif dan negatif.
Pendekatan berbasis permainan ini memungkinkan siswa ABK untuk melihat, menyentuh. Serta secara fisik memindahkan elemen-elemen aljabar saat mereka menyelesaikan persamaan.
Pendampingan ini memfokuskan pada pembelajaran yang menyenangkan dan tidak menekan. Dimana siswa belajar aljabar melalui eksplorasi praktis, bukan sekadar menghafal rumus.
Tentu saja, keberhasilan implementasi media ini tidak terlepas dari respons positif yang luar biasa, tidak hanya dari siswa tetapi juga dari staf pengajar sekolah.
Zyahrotul Amaliya, Guru Bimbingan Konseling (BK) yang mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus, memberikan tanggapan antusias. Ia menilai media ini memiliki dampak psikologis yang mendalam.
“Media Tusuk Aljabar ini sungguh luar biasa, karena tidak hanya membantu proses belajar. Tetapi juga menggugah kembali semangat belajar anak-anak kami yang sempat menurun,” ungkapnya.
Ia menambahkan, media ini berhasil menyederhanakan matematika yang abstrak menjadi bentuk nyata yang dapat mereka pahami. Menurutnya ini merupakan kunci untuk pendidikan inklusif yang efektif.
Kegiatan KMM ini sendiri telah sukses membuktikan bahwa dengan kreativitas dan inovasi, hambatan belajar dapat diubah menjadi peluang.
Pernyataan dari Guru BK tersebut memperkuat bahwa kolaborasi antara mahasiswa pendidikan matematika UNISMA dan sekolah menghasilkan solusi yang berdampak ganda.
Dapak yang dimaksud ialah peningkatan pemahaman akademis dan pemulihan motivasi belajar siswa.
Guru BK ini berharap “Tusuk Aljabar” dapat menjadi model yang direplikasi oleh sekolah-sekolah lain. Dimana tujuannya untuk dapat memicu pengembangan media pembelajaran inklusif yang lebih luas.
Kegiatan ini tidak hanya menyelesaikan persoalan aljabar di kelas, tetapi juga menegaskan komitmen UNISMA. Utamanya dalam mendukung terwujudnya pendidikan matematika yang merata dan berkualitas
