Indonesiandaily.com – Prodi Magister Keperawatan, Direktorat Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menyelenggarakan International Guest Lecture. Kali ini bertema Nurse-Led Interventions for Non-Communicable Disease (NCD) Prevention and Control. Kegiatan daring ini menghadirkan lima pakar keperawatan dunia dan diikuti oleh 580 peserta dari berbagai negara.
Kehadiran para akademisi internasional mempertegas komitmen UMM dalam memperkuat jejaring global. Serta mendorong perawat menjadi garda depan dalam pencegahan penyakit tidak menular.
Topik yang diangkat dinilai sangat relevan dengan meningkatnya prevalensi NCD. Seperti diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, kanker, dan penyakit paru kronis. Ini yang menjadi tantangan sistem kesehatan global.
Ketua Prodi Magister Keperawatan UMM, Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, menegaskan bahwa perawat memiliki posisi strategis dalam upaya promotif dan preventif. Menurutnya, pendekatan nurse-led intervention tidak hanya meningkatkan kualitas layanan. Tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap edukasi kesehatan berbasis komunitas.
“Perawat memiliki kedekatan dengan pasien dan keluarga, sehingga intervensi yang dipimpin perawat terbukti efektif dalam mengubah perilaku kesehatan,” ujarnya.

Dari perspektif organisasi profesi, Ketua AIPNEMA, Dr. M. Fatkhul Mubin, menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam meningkatkan kapasitas perawat Indonesia. Ia menyampaikan bahwa forum ilmiah lintas negara membuka peluang pertukaran praktik terbaik (best practices) dalam pengendalian NCD berbasis komunitas.
“Ini bukan sekadar kuliah tamu, tetapi ruang strategis untuk membangun jejaring riset dan inovasi keperawatan global,” ungkapnya.
Acara ini juga mendapatkan dukungan penuh dari pimpinan universitas. Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, menyatakan bahwa internasionalisasi menjadi prioritas UMM dalam meningkatkan kualitas pendidikan pascasarjana. Ia menilai keterlibatan akademisi dari Eropa, Timur Tengah, Asia, hingga Afrika menunjukkan pengakuan global terhadap kiprah keperawatan UMM.
Para pembicara internasional menyampaikan berbagai model intervensi berbasis perawat, mulai dari manajemen mandiri pasien kronis. Juga pendekatan keluarga dalam pengendalian hipertensi, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pemantauan pasien NCD.
Diskusi interaktif yang berlangsung memperlihatkan antusiasme peserta, terutama dalam mengadaptasi praktik-praktik tersebut ke konteks layanan kesehatan di negara masing-masing.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UMM tidak hanya memperkuat posisi sebagai institusi pendidikan berstandar internasional. Namun juga berkontribusi dalam mendorong transformasi peran perawat sebagai agen perubahan dalam pencegahan penyakit tidak menular.
