Indonesiandaily.com – Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak insinyur profesional berintegritas. Hal ini nampak pada Sumpah Profesi Insinyur Angkatan ke-15 Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI). Diselenggarakan Sabtu (10/1) yang diikuti oleh puluhan calon insinyur dari berbagai latar belakang keilmuan dan profesi.
Sebanyak 41 calon insinyur dari Program Reguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) resmi diambil sumpahnya dan dikukuhkan sebagai Insinyur. Para insinyur tersebut berasal dari beragam bidang keahlian, antara lain teknik sipil, mesin, elektro, pengairan. Juga dai arsitektur, teknik industri, teknik kimia, dan teknik fisika, serta berasal dari sektor akademisi, BUMN, swasta, wiraswasta, hingga instansi pemerintah.
Dekan FT UB, Prof Ir Hadi Suyono ST MT PhD IPU ASEAN Eng APEC Eng, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa seluruh peserta telah memenuhi persyaratan akademik dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya, pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk pengakuan profesional atas kompetensi insinyur yang siap berkontribusi bagi pembangunan nasional.
“Hingga saat ini, PSPPI Fakultas Teknik UB telah mengukuhkan 967 insinyur. Angka ini mencerminkan konsistensi UB dalam menyiapkan SDM keinsinyuran yang unggul,” ujar Prof Hadi.
Sumpah Profesi Insinyur dipimpin oleh Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Jatim, Dr Ir Gentur Prihantono SH MH MT IPU. Ia menegaskan pentingnya peran insinyur dalam kerangka regulasi nasional. Dimana pengukuhan ini merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, yang menekankan profesionalisme, etika, dan perlindungan masyarakat.
“Insinyur profesional wajib memiliki kompetensi yang diakui melalui mekanisme sertifikasi, termasuk pengurusan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) dan jenjang Insinyur Profesional Utama (IPU),” ucap Gentur.
Hal ini penting agar praktik keinsinyuran di Indonesia terlindungi secara hukum, berstandar nasional, dan mampu bersaing secara global.
Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof Dr Ir Imam Santoso MP, menegaskan bahwa peran insinyur semakin strategis di tengah transformasi pembangunan nasional. Dalam pandangannya, insinyur tidak hanya dituntut mampu merancang dan membangun, tetapi juga menghadirkan solusi inovatif yang berkelanjutan, adaptif terhadap perkembangan teknologi. Serta berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Gelar Insinyur adalah amanah untuk menjawab tantangan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof Imam menambahkan bahwa UB terus memperkuat pendidikan profesi keinsinyuran. Yakni melalui kolaborasi dengan industri, pemerintah, dan asosiasi profesi, agar lulusan tidak hanya unggul secara teknis. Namun juga memiliki etika, kepemimpinan, dan kepekaan sosial.
Momentum ini menjadi penegasan bahwa insinyur Indonesia memiliki peran kunci dalam mewujudkan pembangunan nasional yang maju, mandiri, dan berkelanjutan
