Indonesiandaily.com – Film Kupilih Jalur Langit menggelar Gala Premiere. Film bernuansa drama religi ini banyak dinantikan penayangan oleh Gen Z Kota Malang.
Pasalnya Kota Malang secara istimewa dipilih sebagai lokasi perdana pemutaran film ini sebelum serentak tayang di seluruh Indonesia.
Pemilihan Malang bukan tanpa alasan. Film yang diadaptasi dari kisah nyata viral karya Eliza Sifa ini mengambil latar tempat sepenuhnya di Malang dan Batu, sesuai dengan naskah aslinya.
Beberapa institusi pendidikan ikonik seperti Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Al Hikmah Boarding School menjadi lokasi syuting utama yang memperkuat nuansa pesantren dan akademik dalam alur ceritanya.
Salah satu pemeran utama, Emir Mahira yang berperan sebagai Furqon, mengaku menghadapi tantangan tersendiri dalam membangun karakter yang berbeda jauh dari kehidupan pribadinya.
Ia bersama para pemain lain harus menjalani proses pendalaman karakter secara intensif dalam kurun waktu sekitar tiga minggu.
Ditambahkannya, keterbatasan waktu menjadi tantangan utama dalam proses tersebut. Meski demikian, para pemain berusaha memaksimalkan waktu yang ada agar dapat menyampaikan emosi karakter secara utuh kepada penonton.
Sementara itu, Zee Asadel yang memerankan Amira mengungkapkan dinamika hubungan antar karakter juga menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam membangun kemistri dengan Emir Mahira yang dalam film ini berperan sebagai suaminya.
Hal senada juga disampaikan Emir. Ia mengaku harus menahan kedekatan yang sudah terbangun di kehidupan nyata agar tetap sesuai dengan karakter yang diperankan. “Karena kami sudah saling kenal, justru di sini tidak boleh terlalu akrab. Itu juga jadi tantangan,” ujarnya.
Film ini sendiri mengambil latar di wilayah Malang, mengikuti kisah asli yang diadaptasi dari novel dan cerita viral di media sosial. Pemilihan lokasi tersebut turut memperkuat kedekatan cerita dengan realitas yang diangkat.
Pemain lainnya, Neneng Wulandari dan Ratu Rafa, menilai kekuatan film ini terletak pada penyampaian cerita yang ringan namun tetap relevan dengan kehidupan sehari-hari. Menurut keduanya, film ini tidak menggurui, melainkan mengajak penonton memahami sudut pandang berbeda dalam menyikapi persoalan hidup.
Pemeran Wati dan Dara ini juga menegaskan unsur religi dalam film ini lebih menjadi latar belakang karakter, bukan sebagai fokus utama cerita. Film tetap mengedepankan drama kehidupan yang dekat dengan realitas penonton.
“Premisnya bukan agama, tapi lebih ke drama, romance, dan komedi. Agama hanya menjadi background,” tambahnya.
Lebih lanjut, para pemain juga menyampaikan pesan yang ingin disampaikan melalui film ini, yakni pentingnya komunikasi dan keikhlasan dalam menjalani hubungan, baik dalam rumah tangga maupun kehidupan sosial.
“Kita juga harus percaya bahwa kemampuan berpikir kita terbatas, dan Tuhan lebih tahu yang terbaik,” kata mereka.
Film produksi MD Pictures yang dijadwalkan tayang pada 23 April 2026. Film ini mengisahkan perjuangan Amira dalam mempertahankan pernikahannya dengan Ustaz Furqon yang dingin dan masih terjebak masa lalu.
