Indonesiandaily.com – Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengambil langkah proaktif dengan menggelar agenda Pemutakhiran Kurikulum. Kegiatan strategis ini menjadi tonggak penting bagi transformasi akademik di lingkungan fakultas.
Acara ini mempertemukan seluruh elemen kunci, mulai dari pimpinan universitas, tim Unit Pengelola Program Studi (UPPS), hingga seluruh jajaran dosen. Hal ini sebagai upaya menyelaraskan visi kurikulum masa depan.
Dekan Fakultas Humaniora, Prof Dr MFaisol MAg, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa kurikulum adalah instrumen hidup yang harus terus bertumbuh. Dimana tantangan terbesar institusi pendidikan saat ini adalah memastikan lulusan tidak menjadi asing di tengah kemajuan sains.
“Kurikulum harus adaptif dan berbasis evaluasi yang objektif. Kita perlu mengelola subjektivitas keilmuan dosen agar selaras dengan dinamika global dan tuntutan pasar kerja,” ujar Prof Faisol.
Transformasi ini secara teknis mengacu pada pendekatan Outcome-Based Education (OBE), yang terintegrasi dengan standar SN-DIKTI, KKNI Level 6. Serta semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Hadir sebagai narasumber utama, Prof Dr H Achmad Khudori Soleh MAg,yang membedah esensi Integrasi Islam dan Sains sebagai identitas tak terpisahkan dari UIN Malang. Ia pun merujuk pada Keppres No. 50 Tahun 2004, yang menekankan integrasi bukan sekadar wacana, melainkan pilihan metodologis dalam pengajaran.
Mantan Ketua Konsorsium Dosen MKU-MKKU ini menawarkan lima model integrasi dalam pengajaran yang dapat diadopsi dosen. Mulai dari Internalisasi Nilai, Ayatisasi & Saintisasi, Dedukasi Al-Qur’an, hingga Integrasi Quantum. Dimana sebuah titik temu di mana agama dan sains saling mendekat dan menguatkan.
“Tak hanya berfokus pada kecakapan teknis, kurikulum baru ini juga memuat nilai-nilai spiritualitas yang humanis,” ungkap Prof Khudori.
Dalam kesempatan yang sama, Dr Jamilah MA memaparkan mengenai nilai Panca Cinta—cinta kepada Allah, alam, ilmu, bangsa, diri, dan sesama—akan diinternalisasikan ke dalam Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).
Hal menarik lainnya adalah penguatan konsep Ekoteologi. Mahasiswa Humaniora diarahkan untuk memiliki tanggung jawab etis sebagai khalifah di bumi. Nilai ini diharapkan membentuk karakter lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual. Namun juga memiliki kepekaan terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Sebagai penutup rangkaian sosialisasi, Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Halimi, memaparkan timeline penyusunan yang sistematis. Proses ini akan dimulai dari penyusunan bahan kajian dan struktur mata kuliah, diikuti dengan perancangan RPS berbasis OBE.
Guna menjaga kualitas, fakultas juga akan melakukan uji publik bersama para stakeholder, juga validasi internal oleh Unit Penjaminan Mutu (UPM). Termasuk pula melibatkan Senat Fakultas, sebelum akhirnya ditetapkan melalui SK Pimpinan.
Optimisme membuncah di akhir kegiatan. Dengan pemutakhiran ini, Fakultas Humaniora UIN Malang berkomitmen melahirkan lulusan yang berdaya saing. Baik dikancah nasional maupun internasional dengan fondasi spiritualitas yang kokoh
