Digelar di UMM, Wakil Menteri Diktisaintek Tutup KKI dan Abdidaya Ormawa 2025 

Digelar di UMM, Wakil Menteri Diktisaintek Tutup KKI dan Abdidaya Ormawa 2025 

Indonesiandaily.com – Wakil Menteri (Wamen) Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) menutup giat Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025. Acara akbar ini dihelat di Universitas Muhammadiyah Malang, mulai Kamis (04/12) dan ditutup Sabtu (06/12).

Dua kompetisi bergengsi, yakni KKI dan Abdidaya Ormawa untuk kali pertama dijadikan satu event besar nasional. KKI sendiri merupakan kompetisi inovasi maritim, sedangkan Abdidaya Ormawa melombakan mengenai pengabdian masyarakat.

Wamen Ditisaintek Prof Dr Fauzan MPd memuji kompetensi yang dimiliki para peserta KKI dan Abdidaya Ormawa. Ia menyebut mereka sebagai kelompok terpilih dari jutaan mahasiswa Indonesia.

“Saudara adalah representasi dari jutaan mahasiswa Indonesia yang sedang berjuang meningkatkan kapasitas diri,” ingkap Prof Fauzan, Sabtu malam (0612).

Maka jadikan kompetisi ini sebagai latihan mental dan intelektual. Negara membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan peduli.

Ia juga menegaskan bahwa penutupan KKI dan Abdidaya Ormawa ini bukanlah titik akhir, melainkan pemantik perjalanan kehidupan selanjutnya. Fauzan berpesan agar para pemenang tidak cepat puas, dan bagi yang belum meraih kemenangan untuk tetap menjaga determinasi.

“Ini adalah modal untuk melakukan transformasi kehidupan yang lebih baik,” ucapnya.

Menariknya dari acara penutupan ini juga terdapat momen kemanusiaan. Seluruh hadirin diajak menggalang dana dan berdoa bersama sebagai wujud solidaritas terhadap bencana di Sumatera. Fauzan sapaan akrabnya mengajak seluruh hadirin untuk mengheningkan cipta sejenak dan mendoakan para korban bencana. Ia juga menekankan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian tak terpisahkan dari pengabdian

Dalam kesmpatan yang sama, Prof Muhadjir Effendy, Penasihat Khusus Presiden RI untuk Urusan Haji sekaligus Ketua Badan Pembina Harian UMM menyampaikan motivasi. Ia membangkitkan semangat para mahasiswa agar terus berjuang dan tidak cepat merasa puas.

“Jangan segera puas, dan yang menang juga tidak boleh jumawa (angkuh),” tegasnya.

Ia turut mengobarkan semangat pantang menyerah, meyakinkan para peserta bahwa keyakinan dan keteguhan merupakan bekal penting untuk meraih keberhasilan. Kemudian Muhadjir mencontohkan kegigihan Presiden RI dalam berbagai perjuangan nasional.

Sementara itu, Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik MSi, menekankan kolaborasi adalah kunci lahirnya karya akademik, dan pengabdian masyarakat yang mampu mempercepat terwujudnya Indonesia Maju 2045.

Ia juga berharap penyelenggaraan terpadu ini dapat menumbuhkan inspirasi bagi sivitas akademika UMM mengenai pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi.

“Semoga ini semua menjadi energi baru dan semangat baru untuk terus mengabdi kepada bangsa,” tutupnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *