Indonesiadaily.com- Fakultas Teknik Universitas Islam Malang (Unisma) melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) secara menyeluruh di seluruh program studi sebagai bagian dari penguatan sistem penjaminan mutu dan evaluasi pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini berlangsung selama 23–27 Oktober 2025 dan mencakup Program Studi Teknik Mesin, Teknik Elektro dan Informatika, serta Teknik Sipil.
Audit Mutu Internal merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Badan Penjaminan Mutu dan Kepengawasan (BPMK) Unisma. AMI bertujuan menilai kesesuaian sistem manajemen mutu dengan standar serta sasaran mutu yang telah ditetapkan universitas. Lebih dari sekadar pemenuhan administrasi, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat budaya mutu yang berkelanjutan dan berorientasi pada perbaikan terus-menerus.
Pelaksanaan AMI diawali pada 23 Oktober 2025 di Program Studi Teknik Mesin yang dipimpin Ismi Choirotin, S.T., M.T., M.Sc., dengan Cepi Yazirin, S.Pd., M.T. sebagai sekretaris. Proses audit dilakukan oleh Dian Novita W., S.Farm., M.Imun. dan Dr. Zuhkhriyan Zakaria, M.Pd.
Dalam proses tersebut, auditor menelaah berbagai dokumen akademik dan bukti kinerja, meliputi capaian pembelajaran lulusan, penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), aktivitas penelitian dosen dan mahasiswa, hingga program pengabdian kepada masyarakat. Selain verifikasi dokumen, auditor juga melakukan wawancara dengan pimpinan program studi dan tenaga kependidikan untuk menilai efektivitas pengelolaan mutu.
Ketua Program Studi Teknik Mesin, Ismi Choirotin, menyebut AMI sebagai sarana refleksi institusional.
“Audit ini membantu kami memetakan capaian yang sudah baik sekaligus aspek yang masih perlu diperkuat. Temuan auditor akan kami tindak lanjuti melalui rencana perbaikan yang terukur,” ujarnya.
Audit kemudian dilanjutkan pada 24 Oktober 2025 di Program Studi Teknik Elektro dan Informatika. Kedua program studi tersebut diaudit oleh Faisol, S.H., M.H. dan Restu Millaningtyas, S.E., M.M., ACCAI, dengan fokus pada konsistensi implementasi standar mutu dan tata kelola akademik.
Ketua Program Studi Teknik Elektro, Fawaidul Badri, S.Kom., M.T., menilai audit sebagai proses pendampingan akademik.
“Kami memandang AMI sebagai ruang evaluasi yang konstruktif. Masukan dari auditor sangat membantu agar pengelolaan akademik dan administrasi semakin tertata dan akuntabel,” jelasnya.
Pandangan serupa disampaikan Sekretaris Prodi Informatika, Bambang Minto, S.T., M.T., yang menekankan pentingnya keselarasan antara pelaporan kegiatan dan standar mutu fakultas maupun universitas.
Rangkaian AMI ditutup pada 27 Oktober 2025 di Program Studi Teknik Sipil yang dipimpin Anita Rahmawati, S.ST., M.T., didampingi Gilang Ramadan Kololikiye, S.T., M.T. sebagai sekretaris. Audit kembali dipimpin oleh Dian Novita W. dan Dr. Zuhkhriyan Zakaria.
Audit di Teknik Sipil berlangsung interaktif dengan pemaparan rinci terkait pelaksanaan kurikulum, capaian penelitian dosen, aktivitas pengabdian masyarakat, serta sistem pengelolaan data kinerja.
“Hasil audit ini akan menjadi landasan penting bagi kami untuk memperkuat kualitas kurikulum dan mengembangkan kolaborasi riset dengan mitra eksternal,” kata Anita Rahmawati.
Seluruh rangkaian AMI didampingi langsung oleh Dekan Fakultas Teknik Unisma, Dr. Ena Marlina, S.T., M.T., bersama jajaran wakil dekan. Ia mengapresiasi kesiapan dan kinerja setiap program studi dalam menjaga mutu akademik.
“Audit Mutu Internal adalah ruang introspeksi sekaligus inovasi. Fakultas Teknik berkomitmen menjadikan penjaminan mutu sebagai budaya kerja, bukan sekadar kewajiban administratif,” tuturnya.
Sementara itu, auditor Dr. Zuhkhriyan Zakaria menilai pelaksanaan AMI di Fakultas Teknik berjalan sistematis dan profesional.
“Kesiapan dokumen serta keterlibatan tim prodi menunjukkan bahwa budaya mutu di Fakultas Teknik Unisma telah berkembang dengan baik,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan AMI 2025, Fakultas Teknik Unisma menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat demi memperkuat daya saing di tingkat nasional dan internasional.
