Indonesiandaily.com – Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, mengambil langkah revolusioner dengan mentransformasi total fasilitas laboratorium dan kualitas akademiknya. Langkah ini diwujudkan melalui komitmen kuat untuk memperkuat ekosistem pendidikan dan riset yang berdaya saing global.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi yang digelar pada Senin (04/05/2026) di ruang rapat Ibnu Sina. Pertemuan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan program studi, dosen, dan tenaga kependidikan ini dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Sarjana Farmasi, Prof. Dr. Roihatul Muti’ah, S.F., Apt., M.Kes.
Momen ini menjadi titik krusial dalam menentukan arah kebijakan anggaran dan pengembangan institusi untuk beberapa tahun ke depan. Fokus utama yang menjadi sorotan adalah optimalisasi sarana prasarana yang mampu mendukung kompetensi praktikum mahasiswa secara maksimal.
Investasi Strategis dan Digitalisasi Laboratorium Farmasi
Menjawab tantangan industri farmasi yang terus berkembang, Prodi Farmasi menetapkan kebijakan tegas: anggaran akan dimaksimalkan untuk pengadaan alat praktikum yang saat ini jumlahnya terbatas atau bahkan belum tersedia. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap mahasiswa mendapatkan akses yang adil dan setara terhadap teknologi laboratorium terkini.
Namun, transformasi tidak berhenti pada alat fisik semata. Integrasi teknologi informasi menjadi prioritas utama dengan rencana instalasi komputer dan penyediaan software khusus kefarmasian. Digitalisasi ini diharapkan mampu mempermudah proses analisis data riset dan simulasi praktikum secara virtual, mempersiapkan mahasiswa menghadapi era industri 4.0.
Sebagai bentuk perencanaan yang matang, program studi telah membagi prioritas pengajuan peralatan untuk tahun 2027, yang kemudian akan dilanjutkan dengan penyusunan roadmap pemenuhan instrumen laboratorium farmasi secara komprehensif hingga tahun 2028.
Penguatan Kapasitas Riset dan Tata Kelola Akademik
Tidak hanya membangun infrastruktur, kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian serius. Prof. Roihatul Muti’ah menekankan pentingnya peningkatan kapasitas intelektual para dosen. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah pembukaan program coaching penulisan proposal dana hibah.
Program pendampingan ini dirancang secara intensif untuk mendorong para dosen agar lebih agresif dan kompetitif dalam meraih pendanaan riset, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Kami ingin dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi motor penggerak riset yang menghasilkan inovasi di bidang farmasi,” tegas Prof. Roihatul.
Di sisi manajemen akademik, prodi melakukan penyesuaian jadwal kuliah dan praktikum untuk menciptakan efisiensi waktu belajar mengajar. Selain itu, demi menjaga mutu kelulusan, mekanisme pengumpulan soal Ujian Akhir Semester (UAS) kini harus melalui proses review yang lebih ketat dan terstruktur sebelum diujikan kepada mahasiswa.
Eksplorasi Lapangan di Tawangmangu: Belajar dari Alam
Di sela-sela pembenahan internal, pengembangan keterampilan lapangan tetap menjadi prioritas yang tidak ditinggalkan. Pada tanggal 11-12 Mei 2026, mahasiswa angkatan 2025 dijadwalkan akan melaksanakan kegiatan field laboratory di Tawangmangu.
Lokasi ini dipilih secara khusus karena kekayaan sumber daya alamnya, terutama tanaman obat, yang menjadi materi krusial dalam studi farmasi herbal. Hal ini sekaligus menjadi salah satu keunggulan kompetitif UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kearifan lokal.
