Indonesiandaily.com – Universitas Islam Malang (UNISMA) menggelar pengajian umum dan Haul Akbar. Acara ini diselenggarakan untuk mengenang dan memperingati jasa para pendiri dan pengabdi yang telah mendahului.
Seperti yang disampaikan oleh Rektor UNISMA Malang Prof Junaidi PhD bahwa momen Haul ini dalam rangka mendoakan para pendahulu dan pengabdi yang telah mendahului wafat. Maka belajar dari semangat juang para pendiri tersebut, yang bercita-cita luhur untuk menjadikan kampus ini sebagai Perguruan Tinggi sentral pengembangan Islam.
“Awalnya Sembilan pendiri tersebut urunan dana, yang menjadi modal awal berdirinya UNISMA,” ungkap Prof Junaidi, Selasa (10/02/’26).
Acara Haul Akbar ini sendiri diselenggarakan di Masjid Ainul Yaqin UNISMA. Dihadiri seluruh sivitasnya, mereka memanjatkan doa untuk almarhum dan almarhumah. Khususnya pendiri keluarga besar dan keluarga dari keluarga besar UNISMA Malang.
Lebih lanjut Rektor kampus ini menyampaikan, generasi saat ini tinggal meneruskan perjuangan para pendiri tersebut. Selanjutnya berkewajiban menyatukan tekad untuk terus mengabdi membesarkan UNISMA.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua pengurus Yayasan UNISMA Prof Ir Agus Sugianto SP MP, mengajak yang hadir untuk berkontemplasi sejenak. Dimana setelah puluhan tahun berdiri kampus ini perlu menanamkan filosofi “Mikul Dhukur Mendem Njero”.
Yaitu mengapresiasi berbagai perjuangan dan prestasi yang telah ditorehkan para pendiri. Seiring hal tersebut, perlu menutup pula berbagai kekhilafan yang telah dilakukan para pendahulu tersebut.
Tapi menurutnya, tak cukup hanya mengenang jasa para pendahulu. Namun dengan terus berjuang, memberikan yang terbaik untuk kampus tercinta ini.
Dalam acara Haul Akbar ini, sebelumnya dibacakan pula Khatmil Qur’an. Juga Yasin dan Tahlil serta sholat Dhuhur berjama’ah.
Sedangkan Mauidhoh Hasanah disampaikan oleh KH Ikhsan Nur dari Popes Nurul Hikmah As-Salafiyah Poncokusumo Malang. Ia menukil Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 208 : Yā ayyuhalladzīna āmanudkhulū fis-silmi kāffataw wa lā tattabi‘ū khuṭuwātisy-syaithān, innahū lakum ‘aduwwum mubīn.
Dijelaskan oleh KH Ikhsan Nur, agar sivitas akademika UNISMA Malang jangan sampai mengikuti ajakan syaiton. Ia memperingatkan umat Islam untuk mengejawantahkan agama ini secara total. Diantaranya larangan meyakini perhitungan weton Jawa sebagai patokan perjodohan maupun menggelar hajatan.
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hikmah ini juga memberi wejangan agar keluarga besar UNISMA khususnya. Serta umat Islam umumnya, untuk senantiasa menjaga sholat lima waktu, sebagai identitas seorang muslim.
