Indonesiandaily.com, Banyuwangi — Mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA) memberikan pendampingan pada komunitas belajar Matematika, IPA, dan IPS di MTsN 1 Banyuwangi. Program ini sebagai bagian dari upaya pemberdayaan komunitas madrasah yang digagas oleh salah satu mahasiswa UNISMA, Eko Wahyudi.
Menurut Eko, program pendampingan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan akademik siswa. Sekaligus menumbuhkan budaya belajar yang kolaboratif, kritis, dan berkelanjutan.
“Para siswa MTs N 1 Banyuwangi ini sangat senang dan merasa terbantu memahami pelajaran lewat program pendampingan ini,” ungkap Eko.
Kegiatan pendampingan ini diikuti beberapa siswa kelas VII, VIII, dan IX, mereka terlihat antusias mengikuti. Sesi pembelajaran dimulai dengan review konsep dasar, pemecahan soal kontekstual, diskusi kelompok, juga problem solving terstruktur.
Suasana belajar tampak hidup, ketika siswa terlibat dalam aktivitas kolaboratif. Hal ini untuk mendorong mereka agar saling bertukar ide dan menyampaikan penalaran secara lebih terstruktur.
Kepala MTsN 1 Banyuwangi, Munawar Effendi, memberikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa program pendampingan tersebut menjadi angin segar bagi peningkatan mutu pembelajaran di madrasah.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa UNISMA ini. Kegiatan pendampingan rutin seperti ini mampu memperkuat layanan akademik kami,” ucap Munawar.
Kepala MTs ini mengakui pula jika program pendampingan ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan di bidang Matematika, IPA, dan IPS. Pihak madrasah melihat antusiasme siswa meningkat, dan ini menjadi indikator bahwa program ini berjalan pada arah yang tepat.
Munawar juga menambahkan bahwa kolaborasi madrasah dengan perguruan tinggi seperti ini, memberikan dampak signifikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan inovatif.
Mahasiswa UNISMA sebagai penggagas program, menjelaskan bahwa pendampingan dirancang menggunakan pendekatan yang adaptif terhadap kebutuhan siswa.
“Kami memulai dengan pemetaan kemampuan, lalu memberikan kegiatan yang tidak hanya fokus pada materi, tetapi juga pada cara berpikir siswa,” tutur Eko.
“Harapannya kegiatan ini dapat membentuk karakter belajar yang mandiri, percaya diri, dan kolaboratif,” imbuhnya.
Para guru pendamping turut menyatakan bahwa kegiatan ini memberi dukungan besar bagi proses pembelajaran di madrasah. Mereka menilai bahwa model pendampingan yang terstruktur dan menyenangkan ini dapat meningkatkan motivasi siswa, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi berbagai kompetisi akademik.
Dengan dimulainya pendampingan rutin Club Belajar ini, MTsN 1 Banyuwangi berharap program tersebut tidak hanya berkontribusi pada peningkatan prestasi akademik. Namun juga mampu membentuk budaya belajar berkelanjutan yang memberi manfaat bagi seluruh peserta didik.
