Indonesiandaily.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kegiatan Pre-Departure Orientation untuk mahasiswa dan dosen penerima program Erasmus Plus. Kegiatan ini diikuti oleh lima mahasiswa UMM penerima student mobility serta empat dosen penerima teaching mobility. Mereka akan menjalani aktivitas akademik di sejumlah perguruan tinggi mitra di Eropa.
Program Erasmus+ (Erasmus Plus) merupakan program mobilitas internasional yang didanai penuh oleh Uni Eropa (UE) dan berfokus pada bidang pendidikan, pelatihan, kepemudaan, serta olahraga. Melalui program ini, mahasiswa dan dosen memperoleh kesempatan memperluas wawasan akademik, membangun jejaring global. Serta meningkatkan kapasitas diri dalam lingkungan internasional.
Kepala International Relation Offioce (IRO) UMM, Dr Ir Listiari Hendraningsih MP menjelaskan bahwa proses seleksi peserta Erasmus+ dilaksanakan secara bertahap dan ketat. Tahapannya dimulai dari kerja sama resmi dengan universitas mitra, pembukaan open call, seleksi administrasi dan wawancara. Hingga kemudian mendapat persetujuan akhir dari institusi atau perusahaan tujuan.
“Setiap peserta juga wajib memperoleh rekomendasi resmi dari program studi sebagai bentuk penyaringan akademik awal,” ungkap Listiari.
Pihak IRO UMM memang ingin memastikan mahasiswa dan dosen yang berangkat benar-benar siap, baik secara akademik maupun kultural. Dengan harapan mereka mampu beradaptasi dengan baik dan membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Malang di kampus tujuan.
Lebih lanjut, Lilis apaan akrabnya menerangkan bahwa saat ini UMM memiliki 14 mitra aktif Erasmus yang mencakup skema outbound dan inbound. Dengan pendanaan sepenuhnya berada di bawah kewenangan Uni Eropa.
Dibandingkan tahun sebelumnya, program Erasmus di UMM terus berkembang melalui penambahan mitra baru serta penegasan kriteria mahasiswa yang dapat mengikuti mobilitas. Yakni minimal semester tiga dan maksimal semester lima. Kebijakan ini diterapkan agar mahasiswa masih memiliki ruang akademik untuk konversi mata kuliah setelah kembali ke UMM.
Dalam hal dukungan institusi, UMM memberikan pembebasan biaya SPP selama satu semester bagi mahasiswa outbound, memfasilitasi proses konversi nilai, serta mengusulkan apresiasi tambahan melalui unit kemahasiswaan. Dukungan tersebut menjadi bentuk komitmen kampus dalam memastikan mahasiswa dapat fokus menjalani pengalaman akademik internasional tanpa terbebani secara administratif maupun finansial.
Kampus putih juga terus mengembangkan strategi internasionalisasi melalui penguatan kelas internasional, mikro kredensial, dan pembelajaran daring lintas negara, sebagai upaya memperluas akses mahasiswa asing untuk belajar di Indonesia. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat posisi UMM sebagai kampus yang terbuka, inklusif, dan adaptif terhadap dinamika pendidikan global.
Sementara itu, Prof Akhsanul In’am PhD menekankan bahwa mobilitas internasional merupakan bagian dari strategi besar UMM dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing global. Ia menilai bahwa mahasiswa dan dosen penerima Erasmus+ merupakan representasi sivitas akademika UMM yang diharapkan mampu menunjukkan integritas dan prestasi di tingkat internasional.
“Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, tidak hanya untuk belajar dan mengajar. Tetapi juga untuk membangun jejaring internasional serta membawa pulang praktik-praktik baik yang dapat dikembangkan di UMM,” ungkapnya.
Menutup rangkaian kegiatan, Wakil Rektor I UMM itu menyampaikan bahwa Kampus Putih akan terus mendorong dan memperluas kerja sama internasional. Hal ini sebagai bagian dari komitmen UMM dalam mencetak lulusan berwawasan global, berdaya saing tinggi, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan
