Indonesiadaily.com- Universitas Islam Malang (UNISMA) menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi berdampak dengan melibatkan sebanyak 5.961 mahasiswa baru dalam aksi kepedulian lingkungan. Ribuan mahasiswa tersebut diajak melakukan kegiatan bersih-bersih di sekitar kawasan kampus sebagai bagian dari penguatan peran sosial mahasiswa.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan, dan Alumni UNISMA, Muhammad Yunus, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (OSHIKA MABA) UNISMA 2025 yang mengusung tema “Maba UNISMA Berdampak: Peduli Sosial, Lestari Lingkungan.”
“Tema ini menegaskan bahwa mahasiswa baru UNISMA tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga hadir memberikan dampak sosial nyata serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan,” ujar Yunus, Senin (22/9/2025).
Sebagai bagian dari rangkaian awal OSHIKA MABA, kegiatan pra-orientasi digelar pada Ahad (21/9/2025) melalui aksi bersih-bersih lingkungan di sekitar 50 titik kawasan kampus. Selain itu, UNISMA juga berencana menghadirkan anggota DPR RI yang merupakan alumnus kampus untuk berdialog bersama mahasiswa baru.
Dalam agenda tersebut, mahasiswa baru diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi, khususnya terkait persoalan lingkungan di daerah asal masing-masing. Aspirasi itu selanjutnya akan dirangkum dan disampaikan ke tingkat nasional sebagai bentuk kontribusi sivitas akademika UNISMA terhadap pembangunan berkelanjutan.
Yunus menambahkan, pada tahun akademik 2025 ini UNISMA mencatat peningkatan jumlah mahasiswa baru sekitar 10 hingga 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap UNISMA.
Berdasarkan data penerimaan mahasiswa baru, UNISMA menerima 2.123 mahasiswa program sarjana, termasuk 90 mahasiswa internasional yang berasal dari Timor Leste, Mesir, Sudan, Libya, Afghanistan, dan Maroko. Selain itu, terdapat 147 mahasiswa program pascasarjana, 3.837 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta 156 mahasiswa melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
