Indonesiandaily.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengokohkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi paling berkelanjutan di Indonesia. Hal tersebut ditunjukkan melalui UI GreenMetric World University Rankings yang menempatkan Kampus Putih di peringkat ke-19 nasional dan 102 dunia.
Capaian ini menegaskan konsistensi UMM dalam membangun kampus berwawasan lingkungan melalui proses panjang, terukur, dan berkelanjutan sejak pertama kali mengikuti pemeringkatan UI GreenMetric.
Keberlanjutan Diterapkan dalam Aktivitas Sehari-hari Kampus
Isu air dan energi kerap menjadi topik diskusi global di berbagai forum internasional. Namun di UMM, kedua isu tersebut tidak berhenti sebagai wacana, melainkan diterapkan langsung dalam aktivitas kampus sehari-hari.
Mulai dari pengelolaan sumber daya air, efisiensi energi, hingga kebijakan ramah lingkungan, keberlanjutan dijalankan sebagai sistem nyata yang terintegrasi dalam kehidupan kampus.
Dari Danau Konservasi hingga Transportasi Listrik
UMM mengembangkan berbagai infrastruktur pendukung keberlanjutan, seperti danau kampus sebagai konservasi air, penggunaan transportasi listrik, serta sistem transportasi internal yang ramah lingkungan.
Langkah tersebut menempatkan keberlanjutan bukan sebagai jargon, melainkan praktik yang berdampak langsung dan terukur.
Unggul di Tingkat Regional dan Lingkungan PTMA
Di tingkat regional, UMM menjadi kampus paling berkelanjutan dengan melampaui berbagai perguruan tinggi di kawasan Malang Raya.
Secara nasional, UMM juga mengokohkan diri sebagai perguruan tinggi paling berkelanjutan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah–’Aisyiyah (PTMA).
Pimpinan UMM: Keberlanjutan adalah Tanggung Jawab Bersama
Wakil Rektor IV UMM, M Salis Yuniardi, MPsi, PhD, mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini menjadi pemicu semangat untuk terus menjadikan UMM bukan hanya kampus hijau dan asri, tetapi juga elemen bangsa yang aktif menjaga kelestarian bumi.
“Harapannya, capaian ini dapat meningkatkan kepedulian terhadap keberlangsungan bumi. Mulai dari hal kecil seperti menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya, hingga menumbuhkan semangat menanam pohon dan menjaga lingkungan,” ujarnya.
Enam Indikator UI GreenMetric Jadi Acuan Utama
Ketua Tim GreenMetric UMM, Sandi Wahyudiono, ST, MT, menegaskan bahwa capaian ini bukan hasil kerja instan atau sekadar mengejar peringkat.
UI GreenMetric menilai keberlanjutan kampus melalui enam indikator utama, yakni Setting & Infrastructure, Energy & Climate Change, Waste, Water, Transportation, serta Education & Research.
UMM, kata Sandi, membangun seluruh indikator tersebut secara terintegrasi dan berkelanjutan tanpa memilih-milih aspek tertentu.
Pengelolaan Air dan Pendidikan Berkelanjutan Jadi Kekuatan UMM
Dalam konteks penilaian tersebut, kekuatan UMM terletak pada pengelolaan lingkungan yang saling terhubung. Terutama pada sektor energi, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan sampah dan air. Serta pendidikan dan riset berbasis keberlanjutan.
“Nilai UMM cukup menonjol pada aspek Water, salah satunya berkat keberadaan danau kampus sebagai bagian dari konservasi air. Selain itu, aspek Education and Research juga terus diperkuat secara sistemik,” jelas Sandi.
Budaya Hijau Terintegrasi dalam Akademik dan Kehidupan Kampus
Keunikan UMM tidak hanya terletak pada infrastruktur fisik. Integrasi nilai akademik. Namun praktik langsung, dan budaya keberlanjutan menjadi fondasi utama.
Berbagai program seperti kampanye Go Green dan Go Healthy, mata kuliah wajib Wawasan Berkelanjutan. Serta penggunaan transportasi kampus ramah lingkungan dijalankan secara nyata dan rutin.
Seluruh civitas akademika—mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan—dilibatkan aktif dalam perencanaan. Demikian pula dalam implementasi, dan evaluasi program keberlanjutan. Yakni melalui riset, kegiatan ekstrakurikuler, dan kampanye sadar lingkungan.
Program Nyata: Mobil Listrik hingga Energi Terbarukan
UMM juga mengembangkan berbagai program unggulan, seperti mobil listrik kampus, sistem transportasi internal ramah lingkungan. Termasuk pula pengelolaan limbah terpadu menuju zero waste, serta pemanfaatan energi terbarukan melalui PLTS dan PLTMH.
Program-program tersebut tidak bersifat simbolik. Melainkan memberikan dampak langsung terhadap indikator penilaian UI GreenMetric.
Target Masuk 15 Besar Nasional
Capaian ini sejalan dengan visi UMM sebagai kampus unggul dan berwawasan lingkungan. Peringkat UI GreenMetric juga memperkuat posisi UMM di tingkat global. Juga meningkatkan daya saing, peluang kolaborasi internasional, serta daya tarik bagi mahasiswa dan mitra global.
Ke depan, UMM menargetkan masuk 15 besar nasional. Dengan memperkuat inovasi, kualitas data, dan dampak nyata program keberlanjutan.
“Keberlanjutan harus dijaga sebagai budaya kampus, bukan sekadar tuntutan penilaian. Di situlah kekuatan UMM yang sesungguhnya,” pungkas Sandi.
