Indonesiandaily.com – Universitas Negeri Malang (UM) terus mempercepat langkah menuju kampus berkelas dunia. Kali ini, UM membuka peluang kolaborasi pendidikan dengan Myanmar Study Abroad (MSA).
Penjajakan tersebut berlangsung melalui Collaboration Meeting between Universitas Negeri Malang (UM), Indonesia and Myanmar Study Abroad (MSA) di Meeting Room Lantai 2 Graha Rektorat UM, Kamis (27/8).
Pertemuan ini menjadi langkah strategis UM memperluas jejaring pendidikan di Asia Tenggara. Salah satu fokusnya adalah membuka akses lebih luas bagi mahasiswa Myanmar untuk menempuh pendidikan tinggi di UM.
Agenda diawali dengan pengenalan UM melalui video profil. Materi tersebut menampilkan visi UM menuju institusi berkelas dunia, program akademik, inovasi pembelajaran, riset, mobilitas mahasiswa, hingga berbagai kerja sama internasional.
UM Perkuat Jejaring Asia Tenggara
Direktur Office of International Affairs (OIA) UM, Dr. Sari Karmina, Ph.D., mengatakan hubungan UM dengan Myanmar mulai diperkuat sejak kunjungan ke Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta pada Maret 2026.
Dari pertemuan tersebut, jejaring UM kemudian berkembang melalui komunikasi dengan berbagai pihak di Myanmar. Termasuk penjajakan akses pendidikan dan program pelatihan bagi guru.
“Kami ingin terhubung dengan banyak negara, terutama di Asia Tenggara, karena kita memiliki budaya yang serupa. Kami sangat senang dapat menjadi tuan rumah bagi rekan-rekan dan mahasiswa dari Asia Tenggara,” ujar Dr. Sari.
Menurutnya, penjajakan bersama MSA menjadi bagian dari strategi UM memperkuat internasionalisasi. Kolaborasi tidak hanya diarahkan pada penerimaan mahasiswa asing.
Namun, kerja sama juga berpeluang dikembangkan dalam bidang pendidikan, mobilitas mahasiswa, hingga peningkatan kapasitas akademik.
Dengan jejaring yang semakin luas, UM ingin menciptakan lingkungan akademik yang semakin terbuka terhadap mahasiswa dari berbagai negara.
Mahasiswa Myanmar Mulai Melirik UM
Sementara itu, perwakilan MSA, Khin Aye Han, mengatakan organisasinya mendorong mahasiswa Myanmar mempertimbangkan Indonesia sebagai salah satu destinasi pendidikan.
Kedekatan budaya dan keramahan masyarakat Indonesia menjadi modal penting dalam memperkenalkan Indonesia kepada calon mahasiswa Myanmar.
Penjajakan kerja sama tersebut bahkan mulai menghasilkan dampak konkret bagi UM.
Salah satu mahasiswa yang didampingi MSA, Khin Yeng Chan Khai, telah diterima di Program Studi Desain Busana UM. Mahasiswa tersebut dijadwalkan tiba di Indonesia pada Jumat (28/8).
Masuknya mahasiswa tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kerja sama internasional UM mulai bergerak dari tahap penjajakan menuju mobilitas mahasiswa.
Bagi UM, kehadiran mahasiswa internasional bukan sekadar menambah jumlah mahasiswa asing. Lebih jauh, keberagaman tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem akademik yang mempertemukan berbagai budaya dan perspektif.
Dorong Pendidikan Berkualitas dan Kemitraan Global
Kolaborasi UM dan MSA juga diarahkan untuk mendukung Sustainable Development Goal (SDG) 4 tentang Pendidikan Bermutu.
Perluasan akses pendidikan lintas negara membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik sekaligus mengenal lingkungan budaya baru.
Kerja sama ini juga sejalan dengan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kemitraan lintas negara menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berorientasi global.
Melalui kolaborasi dengan MSA, UM menunjukkan bahwa internasionalisasi tidak berhenti pada kerja sama kelembagaan.
Lebih dari itu, UM mulai membangun jalur yang menghubungkan mahasiswa Asia Tenggara dengan kesempatan pendidikan di Indonesia.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi UM dalam jejaring pendidikan internasional. Asia Tenggara pun menjadi salah satu kawasan strategis bagi UM untuk membangun kolaborasi akademik dan memperluas mobilitas mahasiswa.
Dengan semakin terbukanya akses tersebut, UM menegaskan ambisinya untuk tidak hanya menjadi kampus yang berorientasi nasional, tetapi juga menjadi bagian aktif dari ekosistem pendidikan tinggi global.
