POLINEMA Dampingi Usaha Keripik Salak Pronojiwo Naik Kelas Lewat Digitalisasi

POLINEMA Dampingi Usaha Keripik Salak Pronojiwo Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Indonesiandaily.com – Potensi salak di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, terus didorong agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) memberikan pendampingan kepada pelaku usaha rumahan keripik salak.

Pendampingan tersebut diarahkan untuk memperkuat daya saing produk melalui digitalisasi, inovasi kemasan, branding, hingga persiapan sertifikasi halal.

Program bertajuk “Penguatan Daya Saing Usaha Rumahan Keripik Salak Pronojiwo melalui Digitalisasi, Inovasi Kemasan, Branding Produk, dan Pendampingan Sertifikasi Halal” itu menyasar kelompok masyarakat yang mengolah salak menjadi produk keripik.

Slider Ucapan HUT RI

Kegiatan dipimpin Alvionitha Sari Agstriningtyas, S.Kom., M.Tr.T., bersama Eri Cahyani, S.T., M.T., Rizkika Zakka Agustin, S.Si., M.Pd., Windya Harieska Pramujati, S.Mat., M.Mat., M. Sahrul Hamid, S.T., M.T., dan Very Sugiarto, S.Pd., M.Kom. Sejumlah mahasiswa juga dilibatkan dalam pelaksanaan program tersebut.

Pronojiwo selama ini dikenal memiliki potensi salak yang cukup besar. Komoditas tersebut tidak hanya dipasarkan dalam bentuk buah segar, tetapi juga dikembangkan menjadi berbagai produk olahan, termasuk keripik salak.

Bagi masyarakat, usaha rumahan tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan. Namun, pengembangan produk masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada proses produksi, pengemasan, branding, dan pemasaran.

Sebagian proses usaha masih dilakukan secara konvensional. Kondisi tersebut membuat produk keripik salak belum memiliki identitas merek yang kuat. Pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran juga masih terbatas.

Melihat kondisi tersebut, tim PkM POLINEMA memberikan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha di lapangan. Pendampingan mencakup perbaikan proses produksi, pengembangan desain kemasan dan label, serta penguatan identitas produk.

Pelaku usaha juga didorong mulai memanfaatkan media sosial dan berbagai kanal promosi daring. Strategi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkenalkan keripik salak Pronojiwo kepada konsumen di luar wilayah Lumajang.

Tidak berhenti pada pemasaran, tim POLINEMA turut memberikan pendampingan terkait persiapan sertifikasi halal. Pelaku usaha diberikan pemahaman mengenai tahapan, persyaratan administrasi, serta pentingnya pemenuhan standar kehalalan produk.

“Pendampingan tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga bagaimana pelaku usaha membangun identitas produk, memanfaatkan teknologi digital, serta memahami pentingnya standar mutu dan kehalalan,” ujar tim pelaksana.

Pendampingan dilakukan secara langsung bersama pelaku usaha. Pola tersebut memungkinkan tim menyesuaikan solusi dengan persoalan yang dihadapi mitra dalam kegiatan produksi maupun pemasaran.

Melalui program tersebut, pelaku usaha diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk yang lebih menarik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola branding dan pemasaran secara mandiri.

Penguatan kemasan, identitas merek, pemasaran digital, dan legalitas halal menjadi bagian penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen. Langkah tersebut sekaligus membuka peluang keripik salak Pronojiwo menjangkau pasar yang lebih luas.

Program PkM POLINEMA ini pada akhirnya diarahkan untuk mendorong peningkatan kualitas dan daya saing usaha rumahan berbasis potensi lokal.

Keripik salak diharapkan tidak sekadar menjadi produk olahan masyarakat Pronojiwo, tetapi berkembang menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Lumajang yang mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *