Pemkot Malang Gelar Kopi Senja, Koordinasi Kesiapsiagaan Jelang Nataru dan Bencana

Pemkot Malang Gelar Kopi Senja, Koordinasi Kesiapsiagaan Jelang Nataru dan Bencana

Indonesiandaily.comPemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar Koordinasi dan Sinergitas Bersama Forkopimda dan Jajaran (Kopi Senja). Dengan tema “Penguatan Kesiapsiagaan Wilayah menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026”.

Menurut Walikota Malang Wahyu Hidayat, Desember ini seluruh masyarakat menghadapi natal, tahun baru dan antisipasi bencana alam. Ia berharap dengan adanya mitigasi, bukan saja mengenai Nataru yang perlu sosialisasi  pemerintah ke masyarakat. Namun Forkopimda mulai dari tingkat kota, kecamatan, sampai dengan kelurahan, semua dikerahkan untuk mengantisipasi segala kemungkinan.

“Lewat acara Kopi Senja ini masukan-masukan sangat diperlukan untuk mengantisipasi kerawanan kemacetan lalu lintas, bencana alam, dan kerawanan sosial lainnya,” ungkap Wahyu Hidayat, Jum’at (12/12).

Ditambahkan oleh Kapolres Malang Kota yang diwakili Kabag Ops, Wiwin Rusli SH MH yang menjelaskan terkait kondisi Kamtibmas. Kasus yang mendapat atensi ialah pencurian dan narkoba di wilayah Kedungkandang yang cukup tinggi. Namun secara umum, tingkat kriminalitas menurun berkat kolaborasi dari semua unsur, mulai RT hingga tingkat Kelurahan.

“Juga ada kasus yang baru terjadi, pengambilan paksa kendaraan bermotor oleh Debt Colector di MOG yang telah ditindaklanjuti. Saat ini sudah masuk dalam tahap penyidikan,” ungkap Wiwik.

Kabag Ops ini juga menyinggung mengenai pengaduan masyarakat melalui saluran telepon 110. Warga banyak yang mengeluhkan mengenai keberadaan balap liar. Guna hal tersebut Polresta sudah melakukan oprasi di sekitar Lowokwaru dan Kedungkandang, dengan menangkap 236 pelaku.

“Mengenai antisipasi cuaca ekstrem, untuk itu telah didirikan posko tanggap bencana. Dimana perlu diantisipasi curah hujan yang diprediksi akan meninggi sampai Januari nanti,” ucap Wiwin.

Ia juga menyampaikan mengenai Oprasi Lilin merupakan operasi kemanusiaan yang bakal dimulai 20 Desember – 2 Januari, selama 14 hari. Dengan melibatkan petugas kesehatan dan Satpol PP dan Dishub. Momen ini perlu diantisipasi terutama mengenai tingkat kemacetan, kriminalitas dan cuaca buruk.

Kasdim Mayor Inf Ibrahim, yang mewakili Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0833. Ia menyampaikan mengenai perhatian khusus di momen ini. Terutama dalam sisi ekonomi dengan meningkatnya beberapa kebutuhan pokok yang kini melonjak. Seperti daging ayam dan telur juga cabai.

Ia memaparkan pula, cuaca ekstrem yang berdampak dengan viralnya banjir yang melanda Kota Malang. Kasdim menegaskan, perlu pelurusan perbedaan antara banjir dengan genangan air. Menurutnya, dikatakan banjir jika selesai hujan air tidak surut. Tapi jika genangan, dipastikan selepas hujan reda, air genangan tersebut segera surut.

“Genangan ini ramai di Medsos, seakan Malang sudah dilanda banjir di mana-mana. Padahal hanya di beberapa titik genangan saja,” ucapnya.

Ibrahim juga menyoroti aksi unjuk rasa aliansi Mahasiswa Papua yang selama ini masih kondusif. Meski jumlah mereka sedikit tapi perlu kewaspadaan, adanya susupan unsur-unsur lain.

Ia menjelaskan pula mengenai upaya antisipasi pihak Kodim 0833 Kota Malang dalam hal teror bom di gereja melalui telpon. Terutama saat ibadah Misa Natal. Juga aksi Sweeping atribut Natal dari kelompok radikal tertentu.

Staf Ahli Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat dan Sumberdaya Manusia Pemkot Malang Alie Mulyanto dalam kesempatan yang sama menuturkan beberapa hal. Ia menggaris bawah acara Kopi Senja ini. Intinya memberikan pelayanan bagi masyarakat, terutama mengantisipasi kondisi pelaksanaan ibadah dan cuaca.

“Pemkot Malang berupaya memberikan pelayan yang terbaik, khususnya menghadapi musim liburan. Baik melalui rekayasa lalulintas, dan meredam gejolak harga,” ucap Alie.

Ia berharap masyarakat yang ada maupun wisatawan yang liburan di Kota Malang merasa nyaman dan aman.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *