Dosen UNISMA Malang Dirikan GKUN, Siapkan Anak Indonesia Menjadi CEO Internasional  

Dosen UNISMA Malang Dirikan GKUN, Siapkan Anak Indonesia Menjadi CEO Internasional

Indonesiandaily.com – Universitas Islam Malang (UNISMA) terus memperkuat langkah menuju Entrepreneurial World Class University melalui berbagai inovasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Implementasi visi tersebut diwujudkan melalui pendirian Global Kids and Youth for United Nations (GKUN) oleh dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNISMA Malang, Dr. Imam Wahyudi Karimullah, M.A. Ia juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Urusan Internasional (Office of International Affairs) Kampus Hijau ini.

Tak sendiri, ia bersama istrinya, Sari Kurnia Rahmawati, S.S., M.Pd., dan putra mereka, Sulthan Muhammad Karimullah. Dimana mereka turut berperan sebagai penggagas sekaligus penggerak berbagai program GKUN.

GKUN merupakan wadah pembinaan yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan, inovasi, diplomasi, dan wawasan global sejak usia dini. Menurut Imam, inisiatif tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Khususnya pengabdian kepada masyarakat berbasis SDGs yang dilakukan oleh sivitas akademika UNISMA.

“Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi UNISMA Malang dalam membangun ekosistem kewirausahaan sejak usia dini. Harapannya, lahir generasi muda yang kreatif, inovatif, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Imam.

Program GKUN I-LEAD

Melalui GKUN, dikembangkan program unggulan I-LEAD (Innovation, Leadership, Entrepreneurship, and Sustainable Development) yang dirancang untuk membentuk generasi muda menjadi pemimpin masa depan yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing global.

Program ini terdiri atas tiga jalur pengembangan, yaitu GKUN Young CEO, GKUN Young Inventor, dan GKUN Young Ambassador. Peserta memperoleh pengalaman belajar yang mengintegrasikan kewirausahaan, inovasi, kepemimpinan, diplomasi, serta pembangunan berkelanjutan.

Dosen UNISMA Malang Dirikan GKUN, Siapkan Anak Indonesia Menjadi CEO Internasional
Rektor UNISMA Malang Prof Junaidi Mistar PhD (songkok hitam) bersama CEO berbagai negara dan CEO cilik.

Kegiatan dilaksanakan dengan dukungan ekosistem kreatif Malang Creative Center (MCC) Kota Malang melalui pendekatan experiential learning. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga mengembangkan desain, media digital, inovasi produk. Termasuk pula mengikuti simulasi forum internasional.

Setiap peserta menghasilkan portofolio profesional sesuai bidangnya sebagai Young CEO, Young Inventor, atau Young Ambassador. Portofolio tersebut menjadi bekal untuk mengikuti berbagai kompetisi, memperoleh beasiswa, serta melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“GKUN I-LEAD bukan sekadar program pembelajaran, tetapi langkah nyata untuk mencetak agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi bagi dunia yang lebih inovatif dan berkelanjutan,” ujar Imam.

Membina Startup Sejak Usia Dini

Saat ini, GKUN membina 15 startup yang didirikan oleh siswa-siswi jenjang SD dan SMP dari berbagai sekolah di Malang Raya.

“Peserta Program GKUN I-LEAD berasal dari beragam satuan pendidikan, mulai dari SD Islam Sabilillah Malang 1, SD Kristen Kalam Kudus Malenggeng. Juga dari berbagai SMP hingga peserta dari jalur homeschooling,” ujar Imam.

“Mereka mendapatkan pendampingan langsung dari para CEO dari berbagai negara untuk mengembangkan bisnis, memperluas jejaring internasional, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan,” tambahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Imam pada Jumat (10/7/2026) dalam kegiatan International CEO Talks, MoU Signing & Startup Innovation Forum 2026 yang diselenggarakan UNISMA Malang.

Setiap startup memperoleh mentor internasional yang mendampingi proses pengembangan usaha sekaligus membuka akses terhadap jejaring dan pasar global. Menurut Imam, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa membangun startup membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, dunia usaha, investor, pemerintah, hingga masyarakat.

“Pengembangan startup membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Hasil riset perguruan tinggi harus terhubung dengan dunia usaha dan masyarakat. Serta didukung financial capital agar mampu memberikan dampak nyata,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi berkembang menjadi inovasi dan usaha yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menanamkan Jiwa Kewirausahaan Berbasis SDGs

Melalui GKUN, pendidikan kewirausahaan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) diperkenalkan sejak bangku sekolah. Yakni melalui program International Business Coaching yang bekerja sama dengan Sustainable Business Development Innovation (SBDI) Center Foundation dan Tauros Media Belanda.

Dalam program tersebut, peserta dibimbing memahami kepemimpinan, kewirausahaan, inovasi, serta pembangunan berkelanjutan. Mereka juga memperoleh kesempatan membangun jejaring internasional dan mengembangkan solusi bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

“Harapannya, nilai-nilai SDGs dan semangat kewirausahaan dapat ditanamkan sejak dini sebagai bentuk pengabdian UNISMA Malang kepada masyarakat,” tutur Imam.

Mencetak Generasi CEO Muda Berdaya Saing Global

Sebagai Co-Founder sekaligus Co-Director GKUN, Imam menjelaskan bahwa GKUN memiliki visi mencetak generasi muda yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja. Tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job creator) melalui inovasi dan kewirausahaan sejak usia dini.

“Kami tidak ingin anak-anak menunggu dewasa untuk menjadi CEO. Sejak usia dini mereka sudah dapat memiliki produk, merek, logo, rekening usaha, hingga sistem bisnis yang terus dikembangkan,” jelasnya.

Selain memperoleh pembinaan kewirausahaan, peserta juga berkesempatan berdialog langsung dengan CEO, akademisi, dan pemimpin dari berbagai negara. Interaksi tersebut memberikan wawasan global, memperluas jejaring internasional. Sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam mengembangkan usaha mereka.

Dosen UNISMA Malang Dirikan GKUN, Siapkan Anak Indonesia Menjadi CEO Internasional
Sulthan Muhammad Karimullah, saat presentasi yang merupakan putra dari pendirian Global Kids and Youth for United Nations.

“Mereka belajar tentang SDGs dan entrepreneurship diplomacy, kemudian bertemu langsung dengan para CEO dunia untuk memperoleh wawasan, jejaring, serta dukungan dalam mengembangkan bisnis mereka,” ujar Imam.

Saat ini, GKUN memasuki tahun kedua penyelenggaraan dengan dukungan UNISMA Malang, Malang Creative Center (MCC) Kota Malang. Juga dari Sustainable Business Development Innovation (SBDI) Center Foundation, serta berbagai mitra internasional.

Imam menambahkan bahwa pengembangan GKUN sejalan dengan arah kebijakan Rektor UNISMA, Prof. Drs. Junaidi, M.Pd., Ph.D., dalam mewujudkan Entrepreneurial World Class University. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra nasional dan internasional, UNISMA Malang terus mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berdaya saing global. Namun juga membangun ekosistem kewirausahaan yang memberikan manfaat nyata dan berdampak bagi masyarakat dan dunia.

Ke depan, model pembinaan GKUN akan diperluas ke berbagai daerah di Indonesia hingga tingkat internasional. Melalui program ini, UNISMA Malang berharap semakin banyak generasi muda yang tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang kreatif, inovatif, berjiwa wirausaha. Serta mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *